BAB 11

1231 Words

Setelah pulang dari rumah sakit bersama Azel, Letta segera masuk ke dalam kamarnya karena kepalanya terasa sangat nyeri hingga tak tertahankan. Ia mengobrak-abrik handbagnya mencari obat pereda nyeri yang biasanya dirinya minum. Obat itu merupakan pemberian temannya yang kuliah di Harvard yang bernama Cathrine. Kebetulan, Cathrine mengambil speasialis yang membuatnya kini menjadi dokter terkenal, namun sayang karena Cathrine bekerja sebagai dokter di rumah sakit milik Daddynya jadi mereka tidak akan bertemu dalam waktu yang lama.   "Dimana obat itu?!" Ujarnya kalut sambil menuangkan semua isi tas ke atas ranjangnya. "Arrghh!!" Pekiknya sambil memegang kepalanya yang kian berdenyut nyeri. Dengan sisa tenaga yang ada, Letta kembali mencari pil kecil berwarna biru berbentuk bulat.   Saa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD