Setelah makan malam berakhir, Letta antara ragu dan tidak untuk masuk ke dalam kamar yang terletak di depan kamarnya. Ya, baru satu menit dia berdiri di depan kamar Azel untuk memenuhi permintaan pria itu. Tiba-tiba saja, pintu terbuka dan Azel langsung menarik Letta ke dalam lalu menutup pintunya kembali. Letta masih menatap Azel dengan pandangan terkejut karena dirinya ditarik secara tiba-tiba barusan. "Duduk." Pinta Azel tegas membuat Letta mau tak mau duduk di atas sofa empuk yang memang terletak di depan tempat tidur mewah miliknya. Kini, Azel bersedekap d**a menatap Letta sambil memicing tajam matanya. Ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menyodorkan hal itu kepada Letta. "Apa ini?" Letta membelalak kaget dan hendak meraih botol obat tersisa, namun Azel

