Pagi ini Letta melangkah gontai menuju ke ruangannya. Pikirannya berkecamuk karena sejak semalam pria itu mengacuhkannya. Bahkan, saat sarapan tadipun Azel tidak bersuara hingga keduanya berangkat bersama dan setelah sampai di rumah sakit, Azel langsung pergi begitu saja membuat Letta frustasi. Padahal, bisa saja Letta mengabaikannya tapi, ia merasa hatinya tidak tenang akibat Azel yang mendiaminya. Apa yang salah dari balapan? Kenapa semua pria yang mengenalnya tidak memberikannya izin untuk mengikuti hal menyenangkan tersebut? Hell, Letta merasa dunianya akan hancur jika kebebasannya terus dikekang. Ayolah, dia bukan anak umur 17 tahun yang baru puberpubernya itu. Brak. Tanpa sadar, Letta menabrak seorang anak kecil yang seperti sedang berlari. Tampak mata anak lelaki itu

