Kedua

4174 Words
Soundtrack: FT Island - Boy Meets Girl, K.Will feat Tiffany SNSD - A Girl Meets Love Main Cast: Shin JiRa Choi Minho as Choi Minho Choi Siwon as Choi Siwon Shim Max Changmin as Choi Max Changmin Minor Cast: Kim Hyurin Lee Seung Gi as Choi Seung Gi (Choi Minho, Choi Siwon and Choi Changmins Ahjussi and headmaster) Han Hyo Jo as Jira assisten Big Bang 2Ne1 Shinee SNSD SuJu Kara F(x) Ji Ra Pov: Aku masih termenung di ruang guru sendirian. Terbayang kejadian kemarin. Aku bertanya-tanya sampai sekarang, Kenapa namja/cowok nakal itu melihatku dengan tatapan begitu dalam? Iseng kali ya! Tapi... kalo iseng kok wajahnya serius? Argh... jinca/bener-bener! Bikin kepikiran aja! Aku berdiri dari bangkuku berjalan menuju kelasku. Entah kenapa saat gak sengaja bertatapan dengan namja nakal itu aku kok jadi gugup ya? Apa karena kemarin? Argh, baiknya kulupakan hal yang gak penting itu! Aku seperti bukan aku aja! Bel istirahat berbunyi. Seperti biasa aku jalan-jalan menyusuri kawasan sekolah ini yang mungkin masih belum kudatangi. Maklum, masih baru. Gak ada yang berubah. Para murid tetap memandangku, menyapaku bahkan mengajakku main selayaknya teman mereka sendiri. Gak heran deh nasibku begini. Aku kan aslinya seumuran anak SMA bukan seharusnya jadi guru sih. Dan... ah bukannya itu para namja/cowok yang membawa bungkusan mencurigakan? Taeyang, Leeteuk, Eunhyuk dan satu lagi... Shindong! Ngapain mereka di sana? Kudekatkan telingaku agar bisa dengar dan bersembunyi. Ya/hey! Leeteuk bukannya dia menyuruh kita jangan rame-rame kesini supaya gak ketahuan?, seru Eunhyuk. Ne/ya! Ngapain kamu ngajak gendut satu ini? Ntar dia bocor lagi!, seru Taeyang. Aigu/aduh... kalian ini lambat kayak siput salah jalan mau muter balik ya? Justru dia yang nyuruh kita bawa ini anak satu!, jelas Leeteuk. Ya! Ya! Kalian ini keterlaluan! Masa aku gak dianggap?, protes Shindong. Ssst... pelankan suaramu ndut! Kita bisa ketahuan!, bisik Eunhyuk. Lalu tugas anak ini ngapain?, tanya Taeyang. Leeteuk menyuruh mereka merapat dan mereka dibisiki sesuatu yang gak bisa kudengar. Ngerti gak loe?, tanya Leeteuk pada semuanya. Sadis tapi ini memang ciri khasnya!, seru Taeyang diikuti anggukan semuanya. Aku benar-benar gak paham akan pembicaraan apa yang mereka bahas. Yang jelas mereka akan melakukan suatu hal yang gak tau apa dan hal itu ditunjukkan untuk seseorang. Rasa penasaranku akan hal ini makin besar. Mengingat ada desas desus buruk di sekolah ini. Aku berjalan di koridor sekolah. Kebingunganku akan kejadian tadi masih menaungi pikiranku. Gak sengaja aku melihat dua orang siswa yang gak asing. Deg! Jantungku serasa mau copot. Minho dan.... itu kan yeoja/cewek yang dia perhatikan waktu itu? Jung Krystal? Apa yang mereka bicarakan? Lagi-lagi rasa penasaran memaksaku menguping. Sepertinya keadaan gak mendukung kita. Aku takut kalo dilanjutkan kamu akan tersiksa, kata Krystal. Anio/gak, aku gak perduli apa kata orang lain. Yang aku pentingkan hanya kamu, kata Minho dengan tatapan lembutnya waktu itu. Lagi-lagi aku melihat hal yang gak akan mungkin dilihat lainnya. Aku dengar kalo kakekmu akan menjodohkanmu ya? Apa kita gak apa begini? !!! Pasti tau dari dia ya? Aku gak perduli! Lalu, katanya yeoja/cewek itu ada di sekolah ini. Minho oppa, mana bisa kita lari begini terus! Krystal, dengar aku ya? Aku gak perduli apa pun kata orang lain karena yang perdulikan hanya kamu! Apa itu belum cukup membuatmu mengerti? Aku... aku gak ingin membicarakan ini sekarang. Keadaannya begitu rumit, kata Krystal yang gak menatap wajah Minho. Minho memegang dagu cewek bernama Krystal dan menatapnya lembut. Berbeda jika bertemu denganku. Baru kali ini melihat cowok nakal itu bersikap layaknya cowok baik begitu. Dan oh! apa yang kulihat barusan? Deg! Minho memeluk Krystal seakan cewek itu adalah barang rapuh yang harus dia jaga dengan saat berhati-hati dan tidak boleh sembarangan. Krystal juga balas memeluk Minho dengan erat seakan mereka gak akan terpisahkan. Ada apa denganku? Perasaan gak nyaman apa yang menghinggapiku sekarang? Lalu kenapa aku harus mendengarkan kedua insan yang dimabuk asmara begini? Aneh! Krystal,apapun yang terjadi aku akan tetap memilihmu. Mau sebaik apapun calon yang dipilihkan keluargaku gak akan merubah segalanya. Percayalah!,kata Minho berusaha meyakinkan Krystal. Aku bukan gak percaya kamu tapi keluargamu gak akan semudah itu mengizinkan kita bersama. Dari awal aku sudah tahu bakal seperti ini. Ditambah lagi orang itu sudah datang kan kemari? Bagaimana menurutmu dia? Lebih baik dariku?,kata Krystal mulai cemas. Aku gak akan goyah walaupun dia sebaik apapun. Kakekku memang seenaknya menaruh syaratnya tapi gak ada aturan aku harus ikut kan? Aku gak tertarik. Kandidatnya juga bukan hanya aku. So, i don't care,jelas Minho. Really? Tapi aku tetap gak tenang! Aku tetap gak menyukainya! Aku gak akan memaafkanmu kalo kamu sampai merubah pikiranmu!,ambek Krystal lalu meninggalkan Minho. Krystal? Krystal!,tegur Minho yang berusaha mengejar Krystal. Aduh pusingnya aku! Mending aku pergi deh dari suasana ini! Kenapa juga aku harus berada disini? Baru saja aku mau berbalik ke arah lain eh malah Minho yang berlari mengejar Krystal malah menabrakku! BRUK!! Aduh! Aku terpental dong? tinggiku hanya sekitar 160cm bertubrukan dengan cowok yang tingginya berkali lipat dari sekitar 186cm. Bisa dibayangkan betapa sakit dan perihnya bokongku mencium lantai sekolah yang keras dan dingin? Aduh aow...,kataku sambil memegangi bokongku yang mungkin sudah gak jelas bentuknya. Aku yang hanya fokus pada kondisi bokongku yang malang tidak menyadari bahwa tatapan tajam Minho tengah menusukku sampai dia buka suaranya. Apa yang kau lakukan disini?,kata Minho yang tak lepas menatapku seperti makhluk buas yang sebentar lagi akan menerkam mangsanya. Eh? A..aku..ya aku jalan-jalanlah! Emang salah?, jawabku sekenanya. Terlihat jelas kalo Minho gak puas dengan jawabanku. Pandangan matanya masih menuntutku mengatakan yang sejujurnya. Ya sejujurnya kalo aku tersangka tukang nguping urusan orang lain! Ke..kenapa kau? Aku kan guru. Wajarlah kalo aku mengelilingi sekolah untuk mengawasi murid-muridku. Apalagi kalo ada yang aneh terjadi di sekolah ini!,belaku padanya. Minho menghembuskan nafas kekesalannya. Dia membalikkan badannya dariku tapi dia masih belum pergi. Seperti ada yang ingin dia katakan tapi gak jadi terucap. Kau, Choi Minho. Mulai sekarang kau harus tahu walau kita seumuran tapi aku ini tetap gurumu! Aku gak perduli kalo kau mau setuju atau gak dengan hal itu. Yang jelas aku bukan orang yang bisa kau perlakukan sembarangan seperti kau lakukan ke teman-temanmu,ujarku galak Minho menoleh kearah arahku dengan tatapan yang mungkin bisa diartikan ohya? hmmm. no care Ya cukup cocoklah dengan kepribadian dia yang cuek dan dingin seperti es,gak bongkahan batu es yang sulit dihancurkan! Aku yang sebenarnya gemetaran karena takut ketangkap basah karena aksi ngupingku barusan tetap berusaha cool dan kuat di depan orang yang kucuri dengar masalah pribadinya itu. Padahal dalam hatiku aduh tamatlah kau Shin Ji ra! Kenapa tingkahmu seperti orang yang punya banyak waktu luang alias gak ada kerjaan? Ingat kau kesini sebagai guru bukan murid lagi! Kira-kira seperti itu. Minho yang malas menanggapiku akhirnya memilih untuk benar-benar meninggalkanku tanpa mempermasalahkan aku tadi sudah menguping masalah pribadinya itu. Aku bernafas lega dan menyenderkan tubuhku ke dinding sambil mengingat apa saja yang harus kulakukan hari ini. POV END DI APARTEMEN JI RA Ji Ra baru saja selesai mengajar di kelasnya hari ini. seperti biasa sulit dikendalikan walau ada sisi positif dan negatifnya juga. Kebanyakan muridnya mengganggapnya teman sebaya jadi setelah jamnya selesai Ji Ra biasa diajak makan siang bareng atau main bola bareng. Ji Ra ayo makan bersama kami, ajak Victoria dan Luna. Mereka biasa makan bersama saat jam makan siang lalu mengajak Ji Ra. Tentu Ji Ra mengiyakan karena dipikirkannya inilah kesempatan dia dekat dengan muridnya walaupun muridnya gak ada yang anggap dia guru. Hey kalian tahu gak katanya gak lama lagi kita mau camping sekolah,kata Amber. Camping kemana tahun ini? Apa jam bebas kita bisa lebih banyak?,tanya Sulli. Camping? Study tour ya?,tanya Ji Ra. Iya. Eh Ji Ra dulu kau sekolah ada study tour kan? Kalo diluar negeri pasti lebih enak kan?, timpal Luna. Tentu saja! Kami bisa bernyanyi,menari memberi makan ke hewan ternak. Apalagi ketika ngumpul lalu makan bareng. Disana terkenal dengan daging BBQ yang super enak!,jelas Ji Ra yang sumringah mengingat masa lalunya sebagai murid dulu. Terdengar menarik! Hahaha,kata Victoria. Ya lain ikutan tertawa karena gak tahu harus beraksi apa saat melihat kelakuan Ji Ra yang seperti anak-anak yang senang ke taman bermain. Selesai makan Ji Ra dipanggil ke kantor kepsek nyentriknya itu. Hallo Ji Ra. Sudah makan?,kata Hyo Joo oenni yang masih sibuk menyusun laporan. Hallo oenni. Tentu, saya makan bersama murid-muridku. Mereka sangat baik,seru Ji Ra antusias. Pasti kamu kemari karena kepsek ya? Ya begitulah! Saranku kalo bersamanya iyakan semua yang dia katakan walaupun gak ada isinya ok?,kata Hyo Joo oenni serius. Eh..iya?,jawab Ji Ra yang masih gak paham juga maksudnya Hyo Joo oenni berkata seperti itu. CLEK! Ji Ra membuka pintu ruangan kepsek. Terlihat kalau pak kepsek benar-benar tidak sibuk sama sekali. Bagaimana tidak? Dengan santainya pak kepsek memainkan game di HP canggihnya sambil menaruh kakinya di meja kerjanya plus begitu banyak berhamburan makan ringan serta soda berserta minuman kaleng lainnya. Hallo pak kepsek?Ada apa memanggil saya?,sapa Ji Ra berusaha tetap tenang dan sopan walaupun dihadapannya terpampang nyata kekacauan balauan melebihi kapal pecah. Oh Hallo nona Ji Ra! Apa kabar? Kau mau?,kata pak kepsek Seung Gi sambil menyodorkan salah satu makanan ringan yang sedang dia nikmati. Tidak pak. Terimakasih,tolak Ji Ra sopan. Kenapa berdiri terus? Ayo duduk! Oh ya maaf!, kepsek Seung Gi akhirnya pindah ke sofa sambil mengajak Ji Ra untuk duduk juga. Lalu Ji Ra duduk di sofa yang menurutnya paling normal keadaannya dibandingkan meja kerja kepsek barusan. Bagaimana sekolah ini? Apa kau suka?,kata kepsek Seung Gi masih sambil melanjutkan aktivitas main gamenya. Ya lumayan pak. Walaupun mereka gak ada mengganggap saya seorang guru. Tapi mereka cukup baik,jelas Ji Ra agak mellow. Hahaha, kau cukup hebat bisa bertahan dikelas yang kau pegang sekarang! Pengajar sebelumnya biasanya akan langsung menyerah,kata kepsek Seung Gi tertawa renyah. Ya terimakasih pak Sebagai hadiah, aku akan mengadakan event penting untukmu dan murid kesayanganmu!,kata kepsek Seung Gi menutup game yang dia mainkan sedari tadi. Kepsek Seung Gi mulai menatap Ji Ra serius. Hadiah? Event apa itu pak? Karena musim sudah berganti dan saya ingin para murid tetap sehat,bugar serta tidak merasa jenuh dengan rutinitas belajar sehari-hari. Saya akan mengadakan event lomba bermain basket! Tim yang keluar sebagai pemenangnya akan saya beri hadiah istimewa!,kata kepsek Seung Gi semangat. Berarti kami harus melawan semua para murid di sekolah ini? Kepsek Seung Gi menggangguk cepat. Dan yang ikut tidak hanya para murid tetapi gurunya diperbolehkan ikut andil di dalamnya. Terserah kalian mau seperti apa bentuk latihan dan strategi permainan kalian,saya bebaskan. Saya gak sabar menunggu hari H?,kata kepsek Seung Gi terlihat senang sekali hingga bersiul cukup keras. Di dalam hati Ji Ra senang dengan adanya kegiatan diluar aktivitas mengajarnya tetapi itu berarti tugasnya bertambah. Mengatur para murid yang bahkan tidak ada satupun menghargainya sebagai seorang guru bakal jadi peer terberat dan terumit selama hidupnya ini ada lagi tugas random dari kepsek muda nyentrik yang dilihat orang luar berapa seenaknya dia menyuruh Ji Ra ini itu semenjak dia menginjakkan kakinya di sekolah ini. Haaaa.. Tuhan apa sudah benar ya aku datang ke sekolah ini?,gumam Ji Ra sambil selonjoran di sofa. Hpnya berbunyi. Ji Ra langsung menekan tombol jawab dan terdengar suara orang tuanya yang heboh. Hallo? Hey Ji Ra! Kau dimana? Sudah pulang kerja?,kata papanya Ji Ra. Nak,kalo kau gak sibuk besok. Ayo kita makan bareng,ajak mamanya Ji Ra. Pa,ma ngomongnya satu-satu ya? Nak mama kangen kita makan bareng jadi kalo bisa besok kosongkan waktumu untuk kami,bujuk mama Ji Ra. Bukannya kita belum lama bertemu sudah kangen. Aduh pasti mama kalo sudah begini ada maunya kan?,goda Ji Ra. Hehehe, kalo sudah tahu mama gak perlu membujukmu! Besok datang ya! Mama sudah reservasi ke restoran yang makanannya super enak dan mewah! Kau bakal suka! Pasti mama laper mata lagi nih! Ya kan Pa? Ma? Pakai baju yang bagus nak! Kami menunggumu,kata Papa Ji Ra. Sekalian dandan yang cantik! Kalo perlu ke salon ya!,timpal mama Ji Ra semangat. Hah? Buat apa? Kan hanya makan malam bersama kalian?,tanya Ji Ra heran. Sudah turuti saja. Kami akan kirimkan alamat restorannya. Dandan yang cantik dan pakai baju bagus! Jangan sampai telat!,jelas mama Ji Ra yang langsung memutuskan sambungan telepon mereka. Memang kenapa? Hallo? Lho? Hallo? Ma? Pa?,kata Ji Ra kebingungan dengan permintaan kedua orang tuanya itu. Tidak lama kemudian muncullah sebuah pesan masuk dari orang tuanya Ki Ra. Alamat restoran yang besok mereka datangi. Ada apa sih ke restoran pakai heboh mau dandan dan pakai baju bagus segala? Aneh deh?,kata Ji Ra sambil membaca pesan dari orang tuanya itu. KRUK!! Suara perut Ji Ra berbunyi nyaring. Tandanya dia sudah merasa cukup lapar dan perlu diisi makanan sekarang. Ohya aku belum makan malam? Ada apa ya di dapur? Ji Ra mengecek semua cadangan makanan apa yang tersisa di rumahnya. Wah hampir gak ada apapun? Kalo diingat dari hari pertama aja aku sudah diajak makan bareng diluar kepsek,murid-muridku dan Hyo Joo oenni. Baru kali ini aku pulang cepat. Apa aku harus berbelanja ya? Setelah berpikir akhirnya Ji Ra putuskan keluar rumah mencari bahan makanan untuk dimasak dan barang-barang yang harus dia setock daripada dia terus menerus makan diluar ataupun delivery makanan. Ji Ra memakai kaos pendek,jaket,celana pendek dan sepatu kets. CLEK! Baru saja Ji Ra membuka pintu rumahnya dia tidak sengaja bertatapan dengan tetangganya yang baru saja datang. Ya siapa lagi kalo bukan muridnya, Choi Minho. Dia baru pulang jam segini padahal dia kan masih anak sekolahan?,pikir Ji Ra heran. Minho menyadari kehadiran Ji Ra ikut melihatnya balik. Oh hai,sapa Ji Ra yang berusaha ramah kepada murid sekaligus tetangganya tersebut. Tetapi Minho malah memalingkan pandangannya,masuk begitu saja kerumahnya tanpa membalas sapaan Ji Ra. Ji Ra merasa kesal sikap ramah tamahnya tidak ditanggapi Minho. Ugh, dasar cowok es!(sebutan Ji Ra untuk Minho yang cuek dan dingin). Daripada berlama lama kesal degan tetangganya itu, Ji Ra langsung pergi ke supermarket terdekat. Disana Ji Ra memilih banyak makanan lezat dan segar yang akan dia masak dan setock dirumahnya. Apalagi yang harus kubeli ya?,pikir Ji Ra. Ji Ra berjalan dengan troli belanjaannya dan menemukan yang dia cari. Oh itu dia!,pikir Ji Ra yang baru mau menyentuh bungkusan daging segar yang mau dia masak BBQ tapi sudah ada yang mengambilnya. ??!!, Ji Ra lalu menoleh ke orang yang seenaknya mengambil daging incarannya tersebut. Apa? kenapa kau melihatku seperti itu?,tanya cewek itu super judes. Gak biasa aja tuh!, jawab Ji Ra agak kesal karena baru kali ini pertama kali dia dijutekin sama orang yang dia tidak kenal. Cewek jutek itu pergi begitu saja meninggalkannya. Untunglah penjual daging disitu bertanya pada Ji Ra apa yang dia cari sebelum Ji Ra yang merasa geram dijutekin cewek asing pengen nampol cewek itu. Akhirnya setelah semua belanjaan yang mau dibeli sudah terpenuhi, Ji Ra berniat ke kasir. Apa daya baru saja Ji Ra mendorong troli belanjaannya ada seseorang yang mendahuluinya. !!! Hey aku duluan!,seru Ji Ra. Apa? Enak aja aku duluan!, kata cewek yang mendahuluinya. Kamu kan yang tadi?,kata Ji Ra mulai ingat. Hah? Oh kau yang di bagian daging tadi?,jawab cewek jutek itu cuek. Minggir, minggir aku buru-buru!,kata cewek jutek itu mencoba menggeser troli belanjaannya Ji Ra. Hey enak aja! Sudah kau ambil dagingnya sekarang malah kau mau duluan? Gak bisa,kata Ji Ra gak mau kalah. Jadi kau dendam? balas cewek jutek tersebut. Karena tidak ada yang mau mengalah terjadilah peristiwa dorong-dorongan antara troli belanjaan Ji Ra dan cewek jutek itu. Mereka cukup menarik perhatian semua orang yang ada di pusat perbelanjaan itu. Aku duluan!,seru Ji Ra No way! Aku dulu!,seru cewek jutek. Hak itu terus terjadi sampai pihak supermarket akhirnya turun tangan. Karena terlalu menyolok, ada yang ikutan melerai mereka. Hey, Go Hara ada apa!,tanya seorang cowok pada cewek jutek bernama Go Hara. Ini oppa bikin kesel! Hanya karena masalah daging dia dendam sama aku. Aku gak dibolehkan ke kasir!,jelas Hara. Enak aja! Elu duluan yang jutekin gw. Ambil daging incaranku sekarang mau nyerobot antrian kasur juga!,bela Ji Ra gak mau kalah. Hara yang tidak mau disalahkan terus maju tetapi ditahan cowok yang mendatanginya. Sudah, sudah! Kalian gak malu dilihatin semua orang disini?,jelas cowok itu. Tapi oppa Siwon, dia yang salah~!,jelas Hara manja. Gak mau! Dia yang jahat bukan saya!,jawab Ji Ra. Eits,ssst! Sudah cukup! Ayo kita pulang sekarang!,ajak Siwon menarik tangan Hara. Siwon oppa No!,elak Hara. Sebelum pergi dari supermarket, Siwon meminta maaf kepada semua orang disana, khususnya Ji Ra. Mohon maaf ya semuanya atas keributan ini, pinta Siwon sambil membungkukkan badannya ke semua orang. Oppa ngapain sih?,tanya Hara kesal. Sst! Sudah Hara!,kata Siwon sambil membuat Hara ikutan meminta maaf dan membungkukkan badan sepertinya. Aow, apa sih oppa?,protes Hara yang gak bisa berdiri tegak ditahan Siwon. Ikutin aja! Hara yang sebenarnya terpaksa minta maaf dan membungkukan badannya ke semua orang mau tidak mau mengikuti Siwon yang menahannya. Ji Ra yang masih kesal tetapi karens Siwon dia memaafkan. Kekacauan berakhir. Ji Ra kekasir,membayar semua belanjaannya lalu kembali pulang ke rumahnya. Diperjalanan dia melihat kucing yang terlantarkan. Tidak ada pemilik apalagi rumah untuk berteduh. Ji Ra menghampiri kucing tersebut. Hai meong, siapa namamu?,kata Ji Ra sambil membelai bulu kucing yang lembut. Meow~,balas kucing itu sambil menanggapi sentuhan tangan Ji Ra padanya. Sayang, di tempatku gak boleh bawa peliharaan, gumam Ji Ra sedih. Kucing itu mulai mendekatkan badannya ke Ji Ra. Oh apa kau lapar?,kata Ji Ra bingung. Meow~ Aku punya apa ya dikantong belanjaanku?,pikir Ji Ra sambil mengubek-ubek isi kantong belanjaannya. Dan Ji Ra menemukannya. Dia membuka Snack udang kesukaannya. Nah ini makan meong, selamat makan!,seru Ji Ra menaruh beberapa Snack buat kucingnya. Meow~ Kucing makan dengan lahap makanan pemberian Ji Ra. Ji Ra menikmati pemandangan kucing lucu yang baru dia temukan hari ini. KRUK! Suara perut keroncongannya Ji Ra menyadarkannya untuk kembali pulang ke rumahnya Sudah ya meong, aku belum makan. Aku mau pulang,kata Ji Ra sambil memegangi perutnya yang kosong. Untunglah Supermarketnya tidak terlalu jauh dari rumahnya jadi Ji Ra cepat sampai kerumah. Ji Ra langsung memasak apa saja yang mau dia makan hari ini. Hmmm bau supnya enak banget,seru Ji Ra membuka tutup panci sup ayam yang baru dia bikin. Ji Ra menyiapkan semua keperluan makannya di meja. Baru saja dia mau menyuapkan sesendok nasi Ji Ra teringat tetangga nyebelin di sebelahnya. Apa dia sudah makan? Dia kan pulang telat,pikir Ji Ra. Ji Ra berpikir apa dia harus memberikan makanannya atau tidak. Ada rasa kasihan kepada murid sekaligus tetangganya tetapi dia cukup menyebalkan. Di kepalanya terus menerus konflik membuat Ji Ra tidak bisa fokus makan. Ji Ra meletakkan alat makannya dan mencari sesuatu yang bisa menaruh beberapa makanan untuk tetangganya itu. Setelah Ji Ra menaruh rapi makanannya, dia keluar rumahnya dan sekarang berdiri mematung di depan pintu tetangganya tanpa mengetuk atau menekan bel rumah tetangganya tersebut. Ji Ra hanya berdiri menatap pintu rumah tetangganya. Entah dia berharap tetangganya bisa peka untuk membukakan pintu tanpa Ji Ra terlebih dahulu menyapanya. Aish,apa yang sedang kau lakukan Ji Ra? Mana mungkin pemilik rumah tau kan kalo ada kau di depan rumah kalo kau diam saja?,gumam Ji Ra masih berdiri memegangi makanan. Tiba-tiba pintu rumah Minho terbuka. AH! Aduh!, seru Ji Ra terkejut dan sedikit terkena pintu rumah tetangganya. Minho menoleh asal suaranya dibalik pintunya. Apa yang kau lakukan?,tanya Minho terheran-heran kenapa bisa Ji Ra berdiri di depan pintu rumahnya hingga terkena pintu. Aow,aduh..gak! gak apa-apa!,seru Ji Ra yang memegangi badannya yang terkena pintu. Lalu apa yang ada ditanganmu?, lirik Minho melihat yang dipegangi Ji Ra. Oh ini...hmmm..kamu sudah makan?,tanya Ji Ra ragu. Kalo kamu tahu sudah apa gak mau apa?,tanya Minho sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Nyebelin! Gayanya itu lho sok cool banget! Maksudnya apa dia bertanya begitu?,pikir Ji Ra yang berusaha menahan kekesalannya. Oh gak apa-apa kok! Tanya aja emang salah ya? Minho tersenyum mendengar jawaban Ji Ra. Ih ini anak s***p atau kesambet apa ya? Orang lagi kesal sama dia malah ketawa?,pikir Ji Ra melihat Minho. Sudah? Kamu gak bermaksud jagain pintu rumahku kan?,tanya Minho masih sambil cengengesan melihat Ji Ra. Huh! Jangan harap! Udah ah!,kata Ji Ra kesal sambil masih membawa makanan yang sebenarnya untuk Minho tetapi karena dia dibuat kesal dibawanya lagi. Tunggu Ji Ra!,kata Minho menahan tangan Ji Ra. Deg! Apa dia panggil namaku? Padahal dari hari pertama aku mengajar aja dia malahan gak menganggapku ada?!,pikir Ji Ra heran. Kamu marah? Itu daripada dianggurin kan,kata Minho mengambil bawaan Ji Ra. Eh kata siapa buatmu?,elak Ji Ra pura-pura. Hmm? Yakin? Sepertinya tadi aku mendengar suara kalo ada yang membawakan makanan untukku? Sampai orang itu harus berdiri menjaga pintu rumahku?,goda Minho. Blush! Seketika wajah Ji Ra memanas. Pertama niatnya ketahuan sama orang yang mau dia berikan makanan. Kedua tingkah kaku dan bodohnya yang mau saja berdiri tanpa melakukan apapun di depan pintu rumah tetangganya yang tidak lain tidak bukan muridnya sendiri. Dan mungkin dengan sengaja Minho menikmati pemandangan langka itu lalu membuka pintu rumahnya tiba-tiba dan mengambil makanan untuknya. AAAA, bodohnya kamu Ji Ra,rutuk Ji Ra ke dirinya sendiri. Apa aku terlalu nyaring dan mencolok banget ya?,pikir Ji Ra yang berjalan kembali ke rumahnya. **** Hari H Ji Ra sudah bersiap-siap untuk berangkat ke restoran tempat dia bertemu dengan kedua orang tuanya. Ji Ra memesan taksi menuju tempat tujuannya. Aduh,repot banget dandanan begini plus pake dress. Kenapa coba ortuku mau makan aja harus ditempat seperti ini sih?,pikir Ji Ra sambil melihat dirinya di layar hpnya. Hallo nona,maaf kalo saya bertanya apa anda akan bertemu dengan kekasih anda? Apa anda akan berkencan?, tanya supir taksi yang mobilnya Ji Ra tempati. Oh ini,gak kok! saya mau bertemu dengan orang tuaku. Hanya makan malam,jelas Ji Ra sekenanya. Oh begitu. Maaf kalo saya ikut campur. Dandanan anda seperti orang yang mau berkencan atau makan malam romantis dengan pasangan,jelas supir taksi. Benarkah? Saya belum mau memikirkan soal itu. Hahaha,jawab Ji Ra agak malu sampai disangka supir taksi dia mau kencan romantis segala. Karena orang tuanya ini Ji Ra mau repot-repot begini. Sesampainya di restoran Ji Ra bertemu orang tuanya di dalam. Hai anakku,sapa papa Ji Ra memeluk Ji Ra. Hai papa,balas Ji Ra memeluk papanya. Aduh anakku cantik banget,puji mama Ji Ra sambil memeluk Ji Ra. Hai ma,makasih, balas Ji Ra balas memeluk mamanya. Pa,kalau Ji Ra begini mana mungkin ditolak!,seru mama Ji Ra. Iyalah! Tapi apa gak kecepatan ma langsung memilih?,kata Papa Ji Ra. Maksudnya apa Pa? Ma?,kata Ji Ra tidak paham alur obrolan orang tuanya. Orang tua Ji Ra tidak menjawab hanya tersenyum manis padanya. Ji Ra semakin penasaran kenapa mereka harus repot-repot kemari hanya untuk bertemu dan makan malam. Lama menunggu makanan datang,Ji Ra akhirnya bertanya ke orang tuanya. Pa,Ma kenapa kita harus kemari? Padahal makan di tempat biasa atau dirumah bisa kan? Gak begitu nak! Nanti kau tahu kenapa!,jelas Mama Jira. Maafkan kami terlambat. Apa kalian sudah lama menunggu?, seru seorang lelaki paruh baya mendatangi meja Ji Ra dan orang tuanya. Oh tidak, tidak! silahkan duduk,kata orang tua Ji Ra. Ji Ra melihat siapa saja yang datang ke meja mereka sampai membuat Ji Ra menunggu. Ji Ra menemukan hal yang sangat mengejutkan hari ini. !!! Minho? Choi Minho? ??? Ji Ra? ngapain kau disini? Kata mereka sambil menunjuk satu sama lain. Maaf semua saya baru datang,kata seseorang lagi yang mendatangi meja Ji Ra dan keluarganya itu. Ji Ra menoleh dan tidak kalah terkejutnya dengan yang tadi. Choi Changmin? Ketua kelas!?,seru Ji Ra tidak berhenti menunjuk ke semua orang yang datang ke mejanya hari ini. Iya mohon maaf saya terlambat,kata Changmin sambil tersenyum manis kesemua orang disana. Ji Ra mulai konflik lagi dengan isi kepalanya kenapa semua orang yang dia ketahui tidak bahkan mereka ada yang menjadi murid dan tetangganya kenapa tiba-tiba muncul disini? Orang tuanya harus menjelaskannya. Dia butuh itu sekarang. Ji Ra menatap tajam ke orang tuanya yang sedari tadi asyik ngobrol dengan lelaki paruh baya yang bisa dibilang itu adalah kakek dari orang-orang yang dibawa kemari malam ini. Papa,Mama~,kata Ji Ra sambil menatap ke orang tuanya. Oh ah iya perkenalkan ini anak kami satu-satunya Shin JiRa yang baru saja menjadi guru di sekolah yang anda miliki pak,jelas orang tua Ji Ra kepada pria paruh baya. Hallo Shin Ji Ra. Apa saya harus memanggilmu nona Ji Ra?,kata pria paruh baya tersebut. Hallo kakek eh pak..., kata Ji Ra bingung mau memanggil pria paruh baya itu apa. Hahaha,santai saja nona Ji Ra. Panggil saja apa saja yang kau suka. Toh sebentar lagi kita akan menjadi keluarga,jelas pria paruh baya itu. Keluarga? Maksudnya apa?,pikir Ji Ra bingung sambil terus memandangi kedua orang tuanya. Minho dan Changmin yang duduknya tidak berjauhan dengan Ji Ra hanya diam memperhatikan obrolan yang lebih tua. Tapi Ji Ra betul-betul butuh penjelasan kenapa semua berkumpul disini. Siapapun tolong bicara ada apa?,pikir Ji Ra mulai mumet. Nah,karena semua berkumpul disini. Saya akan menyampaikan niat kami ke kalian.Eh mana Siwon?,kata pria paruh baya. Maaf Kek kata Siwon dia lagi sibuk bekerja jadi belum bisa kemari,jelas Changmin. Dasar anak itu. Ya sudahlah! Kembali ke tujuan kami kemari. Saya mau bertanya kepada nona Ji Ra, apa kau sudah siap? Maaf siap soal apa ya? Pria paruh baya memandang orang tua Ji Ra. Ah begini Ji Ra kan masih muda dan baru mulai mengajar di sekolah jadi kami masih belum sempat menjelaskan semuanya ke anak kami,jelas orang tua Ji Ra. Hah? ini soal apa Pa? Ma? Begitu? Karena semua berkumpul disini jadi kami akan jelaskan langsung niat kami Nona Ji Ra, kami memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan penerus dari keluarga kami. Hal ini bisa terjadi karena perjanjian saya dengan alm kakek kamu di masa lalu. Kami sudah berjanji di masa depan nanti akan menikahkan anak cucu kami. Dan hari ini rencananya kami akan membicarakan soal pertunangan dan pernikahan kalian. Saya harap kamu bisa menerimanya dengan baik,jelas pria paruh baya. Apa? Tunangan? Menikah? Aku gak mengerti! Wajar kalo nona Ji Ra masih terkejut akan hal ini. Ohya satu hal lagi. Kandidat yang menjadi calon suamimu adalah mereka (menunjukkan Minho dan Changmin). Kau bisa menentukan pilihanmu yang mana bisa jadi calon suamimu dan menjadi penerus dari keluarga Choi,jelas pria paruh baya yang ternyata adalah Kakek dari keluarga Choi alias kakek dari Minho, Changmin dan Siwon yang absen hari ini. Heh? Apa? No way!!!!,seru Ji Ra hingga berdiri dari kursinya. Pa? Ma? kenapa gak bilang-bilang? Maaf nak bukannya kamu bilang suka cowok cakep dan kaya?,kata papa Ji Ra Iya katanya gak masalah asal cakep dan kaya?,sambung mama Ji Ra. Iya tapi bukan berarti aku mau menikah! Ma,Pa mereka muridku bagaimana bisa aku menikahi muridku sendiri? Tapi kalian kan seumuran. Gak ada masalah kan?,kata orang tua Ji Ra. Masalah besar kalo semua orang tau kalo calon suamiku adalah muridku sendiri! Ma? Pa?,bujuk Ji Ra ke orang tuanya. Nak, tolong kami. Sekali ini aja. Toh kalo ketahuan gak apa-apa. Kan yang punya sekolah kakek dari suamimu!,bujuk Mama Ji Ra. Ji Ra yang masih belum menerima semua tentang kenyataan di depan matanya shock berat. Kepalanya mulai berkunang-kunang dan bergetar hebat. Ji Ra langsung ambruk di hari pertama dia bertemu dengan semua calon suaminya yang adalah muridnya sendiri.semua terkejut melihat Ji Ra terjatuh. BRUK!!! JI RA!!! *** to be continues....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD