episode 11

280 Words
Rendi merasa khawatir dengan keadaan Reina, sudah 3 hari ini Reina belum sadarkan diri. Selama itu juga Rendi belum masuk sekolah namun ia sudah meminta izin. "Ya Tuhan Reina, separah itu kah lu, kenapa sampai saat ini lu belum bangun juga si" , Gumam Rendi dalam hati nya sambil mondar mandir didepan kamar Reina. Dokter membolehkan ia masuk, namun Rendi tidak kuat hati jika harus melihat keaadaan Reina berlama lama. Dia merasa sangat tidak tega, Reina yang sudah sebatang kara dan serba kekurangan harus ditambah merasakan sakit seperti ini. Tak lama setelah membatin, Rendi pergi menuju ruang perawatan ayahnya yang tidak begitu jauh dari ruang ICU dimana Reina sedang terbaring lemah tak berdaya. *** "Paa..", Rendi masuk keruangan tempat ayahnya dirawat. " Eeh Ren,, gimana keadaannya Reina, apa dia udah siuman?", tanya ayah Rendi. Rendi hanya menggeleng, "Belum paa, kata dokter Reina saat ini sangat lemah", jawab Rendi tidak bersemangat "Yang sabar ya Ren, papa yakin Reina itu wanita yang kuat, papa sangat berterima kasih kepada dia,kalo ga ada dia mungkin papa sudah ga bisa liat kamu lagi Ren", ucapan ayahnya membuat Rendi terkejut. "Papa ngomong apa sih, aku udah kehilangan mama, dan aku juga gak mau kehilangan papa", jawab Rendi. Walaupun Rendi anak yang pemalas disekolah dan suka jahil kepada teman teman nya termasuk Reina, dia adalah sosok penyayang. Saat sedang asyik ngobrol dg sang ayah ,ada dokter masuk keruanngan ayah nya Rendi. "Permisi pak, saya periksa dulu ya", dokter itu memeriksa ayahnya Rendi dan detemaani suster dibelakangnya. "Oke pak, keadaan bapak sudah membaik, besok bapak boleh pulang", ucap dokter itu tersenyum. Tak lama ada suster masuk keruangan itu dan memberitahukan kalau pasien di ruang ICU sudah sadarkan diri
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD