Sepulang dari sekolah, Reina slalu mampir ke kafe untuk bekerja.
" Eh Rein, kemarin ada yang nyariin lu kesini", ucap Ayu membuka pembicaraan.
" Hahh? nyariin gue, siapa?", tanya Reina penasaran.
"Gue gak tau, cuman ciri cirinya tuh tinggi, rambutnya agak panjang trus ujung nya agak pirang gitu, trus ganteng", ucap Ayu menceritakan ciri ciri Rendii.
"Itu kayak ciri ciri nya Rendi, tapi ngapain dia nyariin gue sampai kesini", gumam Reina dalam hati.
"Siapa sih Reinn, pacar lu ya", tanya Ayu penasaran.
"Tau ah, gue gak kenal", Elak Reina sambil mengelap meja dan membawa piring kotor kebelakang.
"Rein, tolong anterin minuman ini ke meja 18 ya", ucap salah satu karyawan di kafe itu.
"Oh iya kak", Reina pun berjalan ke arah meja 18. Tiba tiba saja kepalanya pusing dan penglihatannya terasa gelap.
"Prankkkk", suara gelas jatuh ke atas meja 18 dan airnya pun mengenai Siska pacar Rendi
"Eh lu bisa kerja gak, liat ni basah kan baju gue", Teriak Siska memaki Reina. Sontak Reina terkejut dan penglihatan nya mulai normal kembali, tetapi kepalanya masih terasa pusing.
"Ma.. Maaf mbak saya gak sengaja", Ucap Reina sembari membungkukkan badan nya menunjukkan dia sedang meminta maaf.
" Maaf .. Maaf. Liat ni baju gue basah, mana manager lu, lu harus dikasi pelajaran tau gak biar tau rasa", Ucap Siska yang masih emosi.
"Udahlah yank dia kan gak sengaja, mungkin dia kelelahan", ucap Rendi.
"Sayy,, kok kamu belain dia sih, dia itu jelas jelas salah, dan dia harus nerima hukumannnya", Jawab Siska penuh kebencian. Tak lama manager pun datang untuk melerai pertengkaran tersebut.
"Permisi, maaf mbak atas ketidak nyamanan nya, kami akan mengganti minuman ada dengan yang baru", ucap pak manager.
"Oh anda manager disini", tanya Siska dan pak manager pun hanya mengangguk.
"Pelayan bapak ini sangat merugikan saya, dia tidak becus bekerja, dan saya mau anda pecat pelayan tidak becus ini sekarang juga", pinta Siska.
"Tapi mbak, dia sebelumnya tidak pernah melakukan kesalahan seperti ini, jadi saya hanya memberikan nya surat peringatan mbak", Jelas pak Manager.
"Tapi pak saya langganan disini, apa bapak mau kejadian ini saya sebar luaskan agar kafe bapak ini sepi pelanggan dan bangkrut?", ancam Siska.
"Udah lah yankk, gak perlu segini nya jug, toh dia sudah minta maaf kan?", ujar Rendi.
"Aku perhatiin kamu dari kemarin belain dia terus ya, atau jangan jangan kamu naksir ya sama dia" , Oceh Siska.
"Pak manager, saya minta maaf atas kejadian ini, saya ikhlas kalo bapak mau pecat saya, ini juga demi kebaikan nama kafe bapak", ucap Reina, sedangkan Siska hanya senyum sinis penuh kemenangan telah memberi pelajaran ke Reina.
"Bapak minta maaf ya Reina, karna bapak harus memecat kamu , silahkan kamu keruangan bapak untuk mengambil gaji dan pesangon kamu", Pak manager berjalan meninggalkan Siska dan Rendi yang diikuti dengan Reina dibelakangnya sedangkan pecahan kaca dan meja sudah dibereskan oleh Ayu.
"Kamu apa apa an sih, kasian dia tau gak kamu giniin", ucap Rendi.
"Kamu yang apa apa an, kenapa kamu lebih membela dia daripada aku, aku ini pacar kamu loh", jawab Siska.
"Udah ya Sis, aku udah capek ngikutin semua kemauan kamu, kamu tu terlalu kekanak kanakan, mulai sekarang lebih baik kita putus aja", Ucap Rendi sambil masuk kedalam mobil dan meninggalkan Siska.
"Tapi Ren,, Ren.. Rendiii..", teriak Siska memanggil Rendi yang udah mulai jauh.
"Awas aja , gue akan buat perhitungan sama cewek sok cantik itu", gumam Siska sambil mengepalkan tangannya. Lalu ia pun melambaikan sebuah taksi lalu pulang.