Zada cemas, karena sejak tadi ponsel Zilya tak aktif. Alhasil, dia tak bisa melacak di mana keberadaan Zilya saat ini. Sambil mondar-mandir, Zada kalut memikirkan Zilya. Apakah, dia benar-benar keterlaluan. Membawa wanita lain, bahkan sampai masuk ke kamarnya sendiri. Saat ini, Zada ada di rumah orang tuanya. Ia sangat menyesal, dan terus membodohi dirinya sendiri. Bunda, dan Ayah heran, melihat tingkah putra semata wayangnya yang nampak gelisah. "Kamu kenapa, nak?" tanya Bunda. "Gak papa, Bun," jawab Zada. Ayah menginstruksikan Zada, agar mengikuti dirinya. Dua lelaki berbeda usia itu sekarang duduk bersampingan. "Bagaimana hubungan kamu dengan Zilya?" tanya Ayah tothepoint. "Ayah sudah memaafkan Zilya?" tanya Zada balik tanpa menjawab pertanyaan Ayah.

