"Duh ... Aku harus minta tolong ke siapa, ya?" ujar Zilya sambil memegang surat undangan dari sekolah. Akhirnya, dengan berat hati. Zilya meminta bantuan Zada untuk datang. Gadis itu berdiri, dan hendak mencari Zada. Zilya menuruni anak tangga, melihat Zada yang sedang duduk sambil menonton Tv. Jantungnya berpacu tak karuan. Zilya duduk di samping Zada. Sambil menyodorkan surat itu ke Zada. "Ini apa?" tanya Zada dingin. "Surat undangan dari sekolah." "Untuk?" "Besok ada acara sekolah. Karena bertepatan hari keluarga, jadi harus ada keluarga yang datang," jawab Zilya. "Besok aku sekolah. Kayaknya gak bisa. Kenapa gak ayah, ibumu saja?" tanya Zada sambil meletakkan surat itu ke meja. Zilya merasa nyesek, kenapa Zada berbicara seperti itu? Sudahkan dia lu

