Zilya menyederkan kepalanya di atas meja. Tubuhnya terasa lemas, kepalanya pening, efek mabuk, dan menangis semalaman. Vita, dan Niken datang, langsung menghampiri Zilya. "Selamat pagi semua," sapa Niken pada teman-temannya. Niken, dan Vita menatap Zilya yang nampak lemah. Bibirnya pucat, kantung matanya menghitam. Niken langsung menempelkan tangannya ke dahi Zilya. "Astaga, badanmu panas banget, Zil," kata Niken terkejut. Vita yang penasaran juga langsung menyentuh dahi Zilya. "Kamu sakit, Zil?" tanya Vita. Zilya tak menjawab, malah menutup matanya. Kini Rara, datang bebarengan dengan David. Vita tersenyum kecil, dan langsung salah tingkah ketika melihat David datang. David langsung menghampiri Zilya, dan duduk di samping gadis yang ia taksir. Hal itu membu

