ENAM PULUH DELAPAN

1096 Words

Jam sudah mununjukkan pukul 10 malam. Faiz masih saja belum dapat menidurkan dirinya. Ia melamun di ruang inap ini. Saat ini ia sendirian sedang menatap langit-langit ruangan. Ia ditemani adiknya namun adiknya itu entah pergi kemana. Janjinya cuma keluar sebentar beli makanan tapi 2 jam lebih tak kembali. Tidak perlu diherankan lagi, adiknya memang seperti itu. Hobi keluyuran. Apalagi ini malam minggu. Malam bagi para remaja yang lagi kasmaran. Ceklek Pintu terbuka. "Belum tidur, Mas?" tanya Zahra yang baru memasuki ruangan dengan membawa 2 kantong minimarket yang berisikan cemilan kesukaannya. Hari ini ia diminta untuk menemani abangnya di rumah sakit. Sebenarnya ia tidak mau tapi dipaksa sama sang mama jadi mau tidak mau ia harus tetap mau. "Darimana aja kamu?" tanya Faiz sambil m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD