ENAM PULUH TUJUH

1227 Words

"Kamu perhatian lagi sama aku. Makasih Sayang," balas Faiz. Deg Berhasil membuat Humairah jadi kikuk dan baper. "Perhatian itu tanda cinta, bukan tanda kasihan," tambah Faiz. Humairah hanya terdiam. "Aku lapar," ucap Faiz. Kode keras agar Humairah mau memberinya makanan. Humairah beranjak menghampiri Faiz dan menyiapkan makanan untuk pria itu. Ia sajikan bubur yang ia bawa. Ia duduk di kursi jenguk dan menyodorkan mangkuk bubur yang di dalamnya sudah ada bubur spesial yang ia buat untuk Faiz. "Makan sendiri," ujarnya. Faiz menggeleng seperti anak kecil sambil sedikit memanyunkan bibirnya. "Jangan manja deh," pinta Humairah. "Suapin baru aku mau makan." Humairah menghela nafas jengah. "Cukup Faiz. Kita ini bukan suami istri lagi. Hubungan kita sudah jalan sidang. Jadi janga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD