DUA PULUH EMPAT

2116 Words

"Kamu cemburu Faiz pada Alif?" tanya Humairah ke Faiz dengan spontan. Mulutnya seketika saja ingin bertanya begitu kepada Faiz. "Enggak," bantah Faiz. Ia tidak akan mengakui jika memang dirinya ini sedang cemburu melihat kedekatan Humairah dengan Alif. Ia terlalu gengsi untuk mengakuinya pada Humairah. Ia harus terlihat biasa saja. Terlihat santai seperti tidak terjadi apa-apa. Humairah harus mengira dirinya tidak mempermasalahkan apapun. Soal Alif ia tidak peduli sedikitpun, itu yang ia ingin Humairah pikirkan. Semoga saja istrinya itu percaya. Dan semoga saja wajahnya juga bekerjasama dan tak menggambarkan ia sedang berbohong saat ini. Humairah menutup mulut dengan tangannya-memendam tawa yang ingin lolos dari mulutnya. Meski Faiz berkata tidak cemburu namun ia bisa tahu jika suaminya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD