TIGA PULUH SATU

1870 Words

AUTHOR POV Humairah kembali masuk ke dalam rumah. Ia kembali ke meja makan, di sana ia melihat kedekatan Noah dan Rahel. Mereka saling bercanda, sampai seperti ibu dan anak. Humairah cemburu akan hal itu. Ia merasa posisinya telah direbut oleh Rahel. Jika seperti ini terus keadaannya, mungkin ia akan sama seperti dulu lagi. Diabaikan dan tak dihargai. Kenapa nasibnya seperti ini? Ingin berbuat baik namun kebaikannya tak membuahkan hasil yang baik. “Bunda, hari ini Tante Rara yang antar aku ke sekolah,” ucap Noah. Humairah hanya membalasnya dengan senyuman. Saat Noah berpamitan padanya untuk berangkat, ia tidak mencegah putranya itu. Ia membiarkan Noah pergi bersama Rahel. Ia tidak mau menghancurkan perasaan Noah jika ia tidak memberi izin pada anak itu untuk pergi bersama Rahel. Rahel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD