TIGA PULUH DUA

1221 Words

Humairah POV Hatiku sakit. Tidak hanya sakit tapi juga hancur. Air mata sebagai pelampiasannya. Aku semakin sadar, ada aku atau tidak di dalam hidupnya mungkin tidak mempengaruhi apapun. Selama ini aku berusaha mempertahankan, memperjuangkan, tetapi selalu saja terpatahkan oleh keadaan. Aku tidak tahan lagi. Aku pergi untuk pulang. Aku tidak bisa melanjutkan pekerjaanku dalam keadaan seperti ini. Tanpa mengulur waktu aku pergi meninggalkan rumah sakit tempatku bekerja. Sesampai di pintu keluar, Alif menemukanku. "Humairah, kamu kenapa?" tanya pria itu cemas. Ia tahu aku tidak baik-baik saja. Mungkin karena tetesan air mataku ini membuatnya bertanya-tanya. "Aku gapapa." Aku melanjutkan langkahku. Dia mengikutiku. Kenapa harus dia yang begitu mengkhawatirkan aku? Kenapa tak Faiz saja y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD