"Ini, minumnya, Den." Yati, ART di sana, membawakan segelas air putih ke dalam kamar, atas perintah Nalendra. "Terima kasih, Bi." Nalendra mengambil gelas itu dari atas nampan. "Bi Yati, bisa kembali lagi ke dapur," tambahnya dengan nada lembut. "Iya, Den. Saya permisi dulu." Yati mengangguk paham, segera ia meninggalkan ruangan ini, seperti yang Nalendra minta. "Minum dulu, Sayang," pinta Nalendra, pelan-pelan membantu Amel untuk minum, agar hatinya merasa lebih tenang. "Apa agak mendingan sekarang, Sayang?" tanya Nalendra memastikan. Amel mengangguk. "Iya. Agak mendingan sekarang. Makasih, Nalen. Maaf, udah bikin kamu cemas." "Syukurlah, aku senang mendengarnya. Kamu enggak usah minta maaf. Tidak ada yang salah di sini." Nalendra meletakkan gelas itu, di atas meja nakas. Dia be

