14. JAJAN ES KRIM

1259 Words

"Kita naik motor aja ya, jalan-jalannya, Sayang," usul Nalendra. "Naik motor? Apa kamu yakin?" Amel terdengar ragu dengan keputusan Nalendra. "Heum, yakin dong. Kita kan, bisa nostalgia lagi kayak dulu. Kamu kan sering aku bonceng pake motor, kalau mau jajan es krim," balasnya disertai senyuman sumringah. Melihat suaminya yakin, akhirnya Amel mengangguk. Dia hanya penumpang. Jadi, ikut saja apa kata supirnya. "Nah, gitu dong, senyum lagi, kan kelihatan cantiknya," goda Nalendra, memberi sedikit gombalan agar suasana tidak garing. "Apaan si, kamu? Sempat-sempatnya gombal." Amel pun menggerutu kesal. Sementara Nalendra terkekeh kecil. Lucu saja, ketika melihat sang istri cemberut. Apalagi kalau sampai pipinya mengembang seperti bakpao. Rasanya tidak tahan untuk tidak mencubit. "Ya u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD