Mobil Sakha berhenti, ia membiarka Shinta berjalan menyusulnya. Ia enggan memundurkan mobilnya untuk mendekati Shinta. Terlihat jelas wajah Shinta yang cemberut. Mulutnya seperti berkomat kamit. Sakha yakin Shinta tengah melontarkan sumpah serapah untuk dirinya. Begitu tiba di sisi mobil Sakha, Shinta segera naik ke dalam mobil. "Mobil lo bisa jalan mundurkan!?" Tanyanya sengit. "Bisa" jawab Sakha santai sambil menstarter mobilnya. "Kenapa nggak mundur? Lo sengaja ya biar gue cape jalan" "Dasar manja, cuma jalan beberapa beberapa ratus meter, masa capek?" "Jadi lo bener-bener sengaja! Awas lo ya gue laporin ...." "Mimi Pipi!" Potong Sakha cepat. Shinta melengoskan wajahnya. "Kita mau ke mana?" "Aku ingin ke peternakan, besok sore baru pulang." "Haah, terus gue bagaimana?" "Tel

