Ehhemm ....

1405 Words

Rayisa langsung mencium punggung tangan suaminya, sedangkan kami hanya saling memberi salam sambil menangkupkan tangan di d**a. "Mas Fahri udah shalat ashar?" tanya Rayisa pada suaminya. "Sudah," jawab Bang Fahri, senyum manis tak pernah hilang dari wajah tampannya. Bukan bermaksud mengagumi lelaki lain, tapi Bang Fahri memang tampan. Wajahnya terlihat lebih mirip orang timur tengah, dibanding bang Aldo. "Ya udah, aku langsung shalat, ya." Pamit Rayisa pada kami. Tanpa dipersilakan aku langsung duduk di kursi rotan yang terpasang di teras, sedangkan kursi di sebelahnya sudah lebih dulu diduduki Bang Fahri. Ada sebuah meja kecil yang juga terbuat dari rotan yang memisahkan sepasang kursi ini. Aku menghela nafas dalam lalu membuangnya perlahan, berharap beban yang ada di dalam sana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD