Testpack.

1298 Words

"Kamu kenapa, sih, Sayang?" "Belakangan ini kamu beda banget, kenapa?" "Sebenernya ada masalah apa, Sayang?" Juga berbagai pertanyaan sejenis selalu Mario lontarkan padaku, ia terlalu peka hingga selalu menyadari saat niatku perlahan menghindarinya kulakukan. Tidak ada jawaban mampu kuberikan selain.  "Aku enggak apa-apa, itu hanya fikiranmu saja." "Aku baik-baik aja, cuma cepek."  Atau sebagainya. Hanya alasan. [Bebs ... tanggal muda nih, udah gajian 'kan! Besok jalan, yuk.] Pesan dari satu-satunya sahabatku. Orang yang tidak aku tahu entah sampai kapan bisa menganggapku sebagai sahabatnya [Kemana?] Balasan yang kukirimkan. [Temenin aku cari sepatu.] Sejenak berfikir, rasanya sudah malas bertemu dengannya. Ketika melihat wajahnya ada bayangan sang ayah tersirat, membu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD