[Dina, nanti langsung ke atas, ya. Tante mau bicara.] Pesan yang membuat ponselku berdenting begitu aku membuka mata pagi ini. [Iya, Tante.] Balasku. Entah untuk apa, entah bagaimana pembicaraan kami nanti. Mungkin Tante Melati akan berterima kasih padaku kerena telah meninggalkan anaknya dengan suka rela, tidak mungkin, 'kan, beliau memanggil hanya untuk memarahi aku karena telah membuat anaknya menangis? Rasanya aku tidak nafsu makan, hingga nasi uduk yang kubeli sebagai menu sarapan tidak habis kusantap, belakangan kehidupanku terasa sangat berat. Tidak, hidupku memang selalu berat. Semoga suatu saat akan ada kebahagiaan untukku, aku harap aku juga berhak untuk bahagia. Rasanya berat sekali langkahku untuk berangkat ke kedai, untuk bertemu dengan Tante Melati, untuk bertemu den

