Begitu Ezra pulang, Troy mengadukan kekesalannya pada sang ayah terhadap Daya yang enggan bermain dengannya. Daya hanya tersenyum saat Ezra bertanya padanya melalui tatapan mata. Ezra mendengarkan dengan serius ‘curhatan’ Troy tentang bermain badminton dan Daya memintanya mandi padahal mereka baru bermain beberapa menit. “Terus?” “Ih Ayah mah terus, terus. Aku kan belom selesai ngooomoong.” Troy semakin kesal dan merajuk sambil melipat tangan di depan d**a. “Iya, kan Ayah nanya, Nak.” “Iyah, kak Daya buru – buru aja mainnya. Aku kan masih mau main Yah.” Adunya. Ezra terkekeh dan mengelus kepala anaknya pelan. “Ya kalau sudah sore harus mandi dong.” “Belum sooooreeeeeee, Ayah.” “Biar enggak kemaleman mandinya, Troy.” “Aku juga biasanya mandi jam emmpaaaattt mau jam lima.” Gemas,

