Terlalu lama bersembunyi dalam kamar membuat Daya mengantuk juga. Hingga akhirnya dirinya tertidur dan tahu – tahu suara Troy yang membangunkannya terdengar di sisi kasur. “Kak Dayaaaaaa, Kakak enggak kangen aku ya?” Tanya Troy dengan wajah cemberut. Daya tersenyum dan langsung merentangkan kedua tangan untuk memeluk anak asuhannya yang kini melompat masuk ke dalam pelukannya. “Ihhh Kak Daya sih enggak ikut. Seru lhooooo. Aku main bom bom car juga, naik halilintar. Enggak tinggi kok Kak, aku berani dong naik halilintar. Aku enggak nangis. Eh ada yang nangis Kak anak cewek. Lagian dia takut malah naik ya Kak.” Daya menyukai kecerewetan Troy yang selalu menceritakan apa – apa yang sudah ia lakukan dan hanya ingin memeluknya erat. “Terus kita udahannya makan mekdi. Kalau sama ayah mah dila

