27. Huru-Hara

1230 Words

Seperti sebelumnya, Hazel begitu bersemangat di kebun walau terik menyengat. Bahkan Jean sampai heran jika gadis itu sama sekali tak masalah dengan kotor dan matahari walaupun terlahir sebagai pemilik sendok emas. Itu membuat Jean takjub sekaligus ingin selalu mengerjainya. “Ini.” Jean menatap polybag di atas lahan kosong. Hazel yang sedang berjongkok itu melebarkan matanya. “Lagi?” “Iya, dong! Kita perlu banyak bibit baru!” tegas Jean dengan sekuat tenaga menahan tawa. Pun perempuan itu tidak banyak mengeluh dan segera mengisi polybag dengan campuran tanah dan pupuk. Ia sangat telaten, serta mudah sekali paham dengan segala interupsi. Bahkan sampai buruh tani lainnya juga mengapresiasi Hazel sekaligus bersyukur karena pekerjaan mereka banyak terbantu. Hazel juga cepat sekali dalam mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD