28. Kepingan Ingatan

1224 Words

“Katanya Aki kamu mau datang?” tanya Hazel setelah sampai di rumah kayu. Mereka berjalan beriringan pada sore hari. “Iya. Aki sibuk banget belakangan ini di nikahan orang.” Seketika tawa gadis itu pecah. “Kok bisa sibuk dinikahan orang?” Napas Jean melena mengembus kencang sekali sambil bersandar di sofa ruang tamu rumah tersebut seperti milik sendiri dan Hazel juga santai. Mereka benar-benar seperti dua orang yang sudah lama kenal baik. Tak ada canggung dan satu frekuensi tampaknya. “Kalau di kampung mah selalu ada yang dihormati gitu, loh, dari sesepuhnya.” “Oh… I see.” Hazel tampak berjalan ke dapur. Menata beberapa kotak teh pemberian Jean untuk persediaan secara cuma-cuma. “Oya, ini HP lo.” Jean memberikan ponsel merah muda itu pada Hazel. “Thank you.” “Oya, tadi ada yang nelp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD