Selepas berkutat pada terik matahari, debu dan segala hal yang ditemukan di perkebunan, Hazel kembali ke rumah kayu untuk membersihkan diri dan istirahat. Bahkan seteah panjang kegiatannya, perempuan itu seolah masih punya enerji yang penuh. Ia memasuki rumah sambil melompat-lompat kecil. “Akh!” Tiba-tiba Hazel merintih tepat saat menggeser lemari untuk mengambil pakaian. Hazel memegangi kepalanya yang tiba-tiba seperti terbentur sesuatu. Ia sampai memejam dan terduduk di lantai karena semua terjadi begitu saja, hingga sangat mengejutkan. Perlahan-lahan, perempuan itu pun membuka mata. Pandangannya sedikit kabur, namun seiring waktu berangsur membaik. Tapi ia seperti orang linglung. Kemudian ia menoleh ke sekeliling. Pandangannya pun terhenti di lemari yang di dalamnya masih terdapat ba

