23. Rahasia

1342 Words

“Maaf, gara-gara gue lo nggak jadi quality time.” Arin merasa bersalah saat mengunjungi kediaman sahabatnya. “Nggak apa-apa. Lagian kita juga nggak mungkin lagi ngehabisin waktu seharian kaya dulu,” kata Jihan menampilkan senyum terbaiknya. “Lulu biar sama ayahnya dulu di atas. Lumayan, biar nambah kedekatan ayah-anak.” “Serius ini?” “Ey… beberapa waktu lalu gue juga nyariin elu! Kita udah lama banget nggak ketemu.” Jihan lantas menepi sejenak dan datang dengan cepat membawa minuman dingin. “Dah, lah. Seadanya aja kita minum.” Arin tak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Senyumnya terpancar cerah sekali sambil membuka botol minuman. “Kalau tau anak lo, apa nggak diminumin terus ini minuman nggak sehat ini. Gimana, sih, Bu Dokter.” “Ini di kulkas belakang. Dia nggak sampe sono.” Lulu me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD