34

1080 Words

"Yakin mau pindah ke tempat Papa? apa yang membuatmu mantap Laila?" tanyaku ketika kami sampai di rumah. "Aku melakukan itu untuk menghancurkan hidup mereka," jawabnya sambil menghempas diri di kursi. "Tapi, Papa bukan di pihak Erika, Nak dia masih di pihak kita." "Hati dan arah pikiran seseorang bisa berubah kapan saja, jika tante Erika berhasil merayu Papa maka tidak ada lagi yang tersisa untuk kita Ma." "Kamu memang benar, tapi Papa cukup dewasa untuk bisa menimbang segala sesuatu," sanggahku. "Jika dia dewasa dan bijak dari awal dia tidak akan menjalin hubungan dengan siapapun selain istri dan anaknya atau sebatas hubungan kerja saja." Aku hanya mampu menarik napas dalam sambil memijiti keningku. "Apa rencanamu setelah pindah ke sana, apa kau tega meninggalkan Mama sendiri dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD