35

1251 Words

Pertama kali menjejakkan kaki ke dalam rumah wanita yang tidak ingin ku panggil Tante itu, aku terkesan, terpesona dengan keindahan interior rumah itu. Wanita yang baru 3 minggu menjadi istri papa meyambut kedatanganku dengan senyuman, ada beberapa asistennya juga ikut menyambutku di depan pintu. "Selamat datang Laila aku tenang karena kau memilih untuk pindah dengan kami," ucapnya yang kutangkap penuh kepalsuan. "Makasih Tante," jawabku. Ia mengarahkanku masuk ke ruang keluarga yang megah dengan kursi sofa melingkar berwarna beige dan perabotan yang super mewah. "Silakan duduk Laila tas dan koper mau akan diantar ke lantai 2 oleh asisten," ujarnya masih tersenyum tipis mungkin menimbang karena Papa ada di sampingnya. "Kau yakin akan bergabung bersama kami?" tanya papa lagi. "Ya ten

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD