21

1022 Words

Aku tengah memilih pakaian di butik langganan ketika tiba-tiba wanita rese' itu merenggut pakaian yang aku pegang laku melemparnya ke lantai. "Apa yang kamu lakukan pada ponakanku?" "Hei ini butik orang, kamu gak tahu malu," kataku. "Aku gak peduli," katanya berkacak pinggang, "Sekalian butik ini bisa kubeli." Dia sombong sekali. "Ya, Ya ... Baiklah." Aku menggeleng pelan lalu mengacuhkannya. "Aku tanya, kamu apakan ponakanku?" "Tanya sama ponakanku sana!" "Kamu nyiram saus ke baju dan wajahnya?" "Itu karena,dia mempermainkan anakku," balasku. "Anakmu yang sok ganjen, mau aja dirayu dan dibawa kemana-mana!" Orang orang mulai memperhatikan kami. Di titik ini emosiku tiba tiba naik, aku kini menyesalkan sikap laila berkencan dengan pemuda itu. "Sori ya, anakku cantik banyak yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD