Selesai sarapan, seseorang menghubungi Justin. Awalnya ia abaikan deringan benda pipih itu, tapi setelah melihat siapa yang menghubungi, akhirnya panggilan itu ia jawab. Beranjak dari kursi dan berjalan menuju teras depan untuk bicara. Hana masih menikmati sarapannya, hingga terhenti saat Justin kembali dan memberikan kecupan di pipinya. "Aku berangkat dulu," ujar Justin menyambar tab miliknya yang ada di meja. "Telepon dari siapa?" "Tian," jawabnya. "Ada pertemuan mendadak pagi ini." "Oo ...." Hana menyambar dan mencium punggung tangan Jutinn. "Jangan lupa nanti minum obatnya," tambahnya berpesan. Justin membalas dengan anggukan paham. "Dan kamu harus ingatkan," balasnya. Hana hanya bisa menghembuskan napasnya berat mendengar balasan Justin. Padahal dia ingat loh, kapan waktu mi

