SEPARUH AKU BAB IV

901 Words
Sofia keluar dari ruang IGD dan menemui Anthony yang menunggunya di luar. Anthony tidak berani menanyakan apa dan bagaimana yang jelas dia tahu Sofia sedang kalut dan binggung. " kak, boleh minta tolong " ucap Sofia di tengah keheningan tanpa suara dia memecahkan suasana, karena hanya Antonylah yang bisa menolongnya saat ini. " boleh , Sof apa, selama aku mampu dan bisa aku akan membantumu " ucap Antony. " kak antar aku pulang, aku harus ambil baju ganti dan aku harus menyelesaikan jahitan ibu " ucap Sofia. Walau dia lemas melihat keadaan ibunya seperti itu tapi setidaknya di rumah sakit ada suster yang akan merawat ibunya dulu. Dia bisa mencari kekurangan biaya entah bagaimana caranya. Otak Sofia terus berputar mengurutkan apa yang akan di lakukan. Dalam kebimbangannya dia terus berjalan mencari jalan keluar. Antony mengantarkan Sofia pulang dan sampailah mereka di rumah Sofia. Sofia yang enggan untuk merepotkan Antony lagi menyuruhnya pulang. " kak, pulanglah hari sudah gelap, aku tidak apa-apa kak " ucap Sofia dia takut Antony akan di cari keluarganya atau apa biar bagaimanapun kehidupan Anthony masih di tanggung keluarganya. "ok Sof , aku pulang jika kamu perlu bantuanku tolong segere hubungi aku, aku siap menjadi sandaranmu " ucap Anthony dengan rasa perhatian dan sayangnya terhadap gadis yang ada di depannya. Sofia melihat kepergian Anthony dari halaman rumahnya. Sofia masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya. Selesai itu dia berdoa kepada Tuhannya. " ya Tuhan Engkau yang memberikan segala ujian dan cobaan namun aku percaya ujian dan cobaan ini tidak melebihi batas kekuatanku, Tolong berikan aku jalan keluar, dan cara supaya aku bisa melewati masa ini, jika Engkau berkenan Ya Tuhan berikan juga mujizat Mu untuk kesembuhan ibuku, Amin " doa Sofia yang di panjatkan dalam ketulusan hati seorang anak yang hanya memiliki seorang ibu. Sofia segera menyelesaikan pekerjaan ibunya. Jahitan yang kurang di obras itu dia selesaikan dan mengecek detail jahitan satu persatu. Dia merapikan jahitannya dan melipatnya. Sesekali dia meneteskan airmatanya. " demi aku, engkau bekerja siang dan malam supaya aku bisa menyelesaikan sekolahku saat ini biarkan aku mengambil alih tanggung jawab mu, sudah saatnya engkau beristrirahat menikmati masa tuamu dan aku janji akan berusaha untuk membahagiakanmu bu, tolong jangan tinggalkan aku" isak tangis Sofia di dalam rumah sambil merapikan tempat dia tinggal. Keesokan paginya Sofia mengantar jahitan itu kepada sang pemiliknya. Dan sang pemilik baju itu langsung membayar Sofia. " loh dek , ibu kemana koq kamu yang mengantar " tanya sang pemilik baju itu. " ibu masuk rumah sakit tante, " jawab Sofia singkat. " lhoh kenapa dan kapan kemarin ibu mu sehat-sehat saja saat aku kesana " tanya sang pemilik baju itu balik. " kemarin sore tante, tante maaf aku harus berangkat sekolah dan terimakasih untuk pembayarannya semoga bisa membantu biaya rumah sakit ibu " ucap Sofia sambil berpamitan. " Sof, tunggu nak " ucap ibu itu sambil mencengkal tangan Sofia. " tunggu sebentar ya " dan ibu itu meninggalkan Sofia ke dalam rumah dan saat keluar dia membawakan bekal makanan untuk Sofia. " Sof ini bawalah ke sekolahmu, dan ini uang jajan mu , anggaplah aku ini ibu mu Sof jangan sungkan-sungkan meminta tolong padaku " ucap ibu itu. " terimakasih tante, Semoga Tuhan membalas kebaikan tante saya permisi dulu tante " ucap Sofia sembari berpamitan. Sofia berjalan menuju sekolahnya, Di dalam kelas dia tidak mampu berkonsentrasi pikirannya adalah dari mana uang 10 juta bisa dia dapatkan dengan mudah cepat dan singkat. Karena itu di sepanjang pelajaran Sofia terlihat melamun. Dan ahkirnya dia dilempar kapur oleh gurunya. " dari tadi melamun saja, bisa di terangkan kembali Sof yang tadi ibu jelaskan" ucap sang guru dengan tegas. Sofia yang melihat kemarahan gurunya hanya bisa tersenyum karena memang pembelajaran saat ini tidak bisa masuk sama sekali. " maaf bu saya tidak paham " ucap Sofia lalu menundukan kepalanya. " ok, habis itu ikut saya ke ruang guru " ucap Ibu Guru tersebut. Selesai pelajaran jam istrirahatpun tiba. Para siswa langsung berburu keluar kelas untuk kekantin ataupun bermain di halaman sekolah. Sofia berjalan gontai ke arah ruang gurunya pikirannya kalut tidak menentu. Tok tok tok. ketukan pintu untuk memasuki ruang guru di ketuk oleh Sofia. Sofia langsung menghampiri gurunya tadi yang menyuruhnya untuk datang ke situ. " Sof, ada masalah apa dari tadi saya lihat kamu melamun , kamu akan ujian ahkir sekolah ini jangan sampai kamu tidak lulus, ceritakan apa masalahmu biar kamu bisa konsentrasi belajarmu " ucap Sang guru tersebut. " maaf bu, saya sejujurnya binggung karena ibu saya masuk rumah sakit karena gagal ginjal, saya harus mencari biaya 10 juta untuk membayar tagihan rumah sakit yang tidak bisa di cover asuransi kesehatan kami bu " ucap Sofia sambil menunduk. Bu guru yang mendengar cerita Sofia ahkirnya paham dengan kebinggungan Sofia. " lha sekarang kamu pegang uang berapa ?" tanya ibu guru. " 1juta 200 rb bu uang hasil menjahit ibu tadi. Dan aku belum berani buka celengan lagi bu " ucap Sofia dengan bingungnya. " baik, kamu belajarlah dahulu dan fokus sama ujian mu, ibu guru akan cari solusinya " ucap ibu Guru dan menyuruh Sofia untuk kembali ke kelas. Ibu Guru yang mendengar penuturan Sofia, langsung diam seribu bahasa dan langsung melaporkan kejadian ini kepada Kepala Sekolah, ahkirnya Kepala sekolah menurunkan perintah untuk iuran dari Guru dan semua siswa di minta iuran seikhlasnya. Uang dari iuran teman dan para guru mendapat jumlah yang lumayan cukup besar untuk biaya berobat ibu Sofia kala itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD