SEPARUH AKU BAB II

997 Words
Anton yang sedang duduk di ruang tamu Sofia, di sugguhi cemilan dan minuman oleh Sofia karena telah mengantarkannya sampai ke rumah. Sofia segera mengambil jahitan yang sudah jadi tapi belum di obras, dia langsung menginjakan pedal obrasnya. Dan mulai melakukan pekerjaannya. Sofia sangat cekatan dalam mengobras setiap helai baju pesanan orang itu. Jahitan bu Rusmiyatun memang sangat rapi. Dari potongan baju yang tidak meleset dan segalanya sempurna, Sofia menuruni bakat ibunya itu sehingga dia sebelum lulus pun sudah di minta sama pemilik butik untuk bekerja disana. Jadi masa depan yang indah bagi Sofia sudah jelas terpampang di depan mata. Ibu Sofia sedari tadi menahan sakit di pinggangnya, iya karena dia sakit gagal ginjal. Dia meremas menahan sakit saat dia sudah duduk terlalu lama di bangku mesin jahitnya, karena terlalu banyak deadline yang di kejar hari ini, membuatnya lupa untuk istrirahat barang sejenak. Saking sakitnya dan tidak lagi mampu di tahan ibu Rusmiyatun jatuh tersungkur ke lantai. Sofia yang terkejut dengan keadaan ibunya langsung berteriak minta tolong. Anton yang ada di dekatnua segera menolong dan memanggil taksi online untuk membawa ibu Sofia ke rumah sakit. Ibu Sofia sudah masuk ke ruang IGD dan sudah di periksa oleh dokter disana. Dokter Spesialis dalam juga belum datang hanya dokter umum penjaga IGD. Membuat Sofia masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Hati dan pikirannya sangat kacau. Dia hanya berdoa sambil menunggu hasilnya. Ya Tuhan sembuhkanlah ibuku, hanya dia yang aku punya di dunia ini hanya dia ya Tuhan. Tiada yang ku ingini di dunia ini selain keselamatan ibuku. Dia sumber kebahagiaanku saat ini, jangan ambil dia ya Tuhan. Lirih Sofia berguman dan berdoa di dalam ketidak pastian pemeriksaan ibunya. Rasa kuatir takut membuatnya sangat binggung harus berbuat apa dan bagaimana. Sungguh sangat menyesakan d**a jika harus kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam ibunya. Yang selalu memberinya semangat, selalu ada di setiap musim hidup Sofia. Tidak pernah di biarkan Sofia seorang diri. Kekuatan di jiwa Sofia adalah kekuatan dari ibunya. Karena ibunya adalah single mom. Yang merawatnya tanpa ada keluhan sedikitpun. Bersama ibunya dia bisa melewati semua, perkataan ibunya yang selalu meneduhkan hatinya. Ibunya yang selalu bertindak memberinya pertolongan saat dia terjatuh. Sekelibat -sekelibat memori Sofia terlintas dalam benak dan pikirannya. Hanya sedikit lagi dia bisa menggapai cita-citanya Sedikit lagi perjuangannya untuk bisa menjadi perancang busana sedikit lagi. Kata sedikit lagi yang tidak bisa di tawar sang Maha Kuasa ketika dia hendak mengambil nyawa seseorang yang menjadi milikNya. Iya kita mahkluk sosial yang hidup adalah ciptaan Tuhan dan dia yang memegang kendali umatnya. Anton yang melihat kegelisahan Sofia merangkulnya dari samping dan berusaha menguatkan Sofia. " kamu yang tenang Sof, pasti ibu kamu sembuh " ucap Anton dengan nada pelan untuk menguatkan Sofia. Sofia hanya terdiam dan menganggukan kepalanya berat. Anton yang melihat raut wajah Sofia yang belum istrirahat sepulang sekolah menawarinya makan lagi. " Sof, aku belikan makan ya kamu makan lagi " ajak Anton. " tidak kak, aku tidak lapar, aku binggung kak aku sangat binggung sekarang " ucap Sofia . Anton tahu apa yang di rasakan Sofia dia memegang pundak Sofia dan berucap. " kekuatiran itu hanya ada di otak kamu Sof, dan itu tidak akan merubah keadaan mu, kamu harus hadapi kenyataan ini entah pahit ataupun manis " ucap Anton dengan bijaknya. " kamu harus semangat menghadapi hidupmu, menghadapi segala kemungkinan yang nanti akan dokter ucapkan dan katakan, apapun itu kamu harus kuat, segala perkaramu pasti kamu dapat menanggungnya, karena Tuhan memberi cobaan tidak melewati batas kekuatan kita kamu yang tenang dan terus berdoa ya " ucap Anton sambil manatap manik mata Sofia yang sangat cantik itu. ***** Di tempat lain Adam yang sedang berkencan dengan Clarisa sedang makan di Cafe untuk menyegarkan pikirannya. Setelah pergulatan di ranjang yang membuat mereka kelelahan. Makanan yang mereka pesan sudah sampai, Di table lain ada lelaki paruh baya dan istrinya juga sedang menikmati makan malam romantisnya. Dia adalah ayah dan ibu Adam walau mereka sudah ada keriputnya namun tidak sedetikpun mereka kehilangan sesi romantisnya. Bahkan sampai detik ini mereka masih memadu kasih dan cintanya. Namun hanya Adam seorang anak mereka karena setelah Adam , ketika Nyonya Mahendra menggandung dia keguguran sampai 4 kali. Membuatnya harus pengangkatan rahim jadi dia sudah dinyatakan tidak hamil lagi. Tapi tidak mengurangi rasa cinta Suaminya terhadapnya. Tuan Mahendra melihat di sisi meja terlihat anak semata wayangnya sedang bersama seorang wanita yang sedang bergelayut manja. Tuan Mahendra yang kurang suka dengan pemandangan itu menelpon ke asistennya untuk mencari tahu siapa wanita itu dan apa motifnya. Tuan Mahendra hanya tidak ingin anak semata wayangnya jatuh ketangan wanita licik saja.Melihat seperti itu saja Tuan Mahendra paham bahwa wanita itu sangat menjijikan , dia yang sudah banyak makan asam garam di dunia ini membuatnya sangat paham arti wanita itu, Sepintas saja sudah tahu karakternya. Nyonya Mahendra yang tahu arah pandang suaminya, mencoba melihat arah pandangan suaminya. Dan terlihatlah Adam dengan seorang wanita yang berpakaian kurang bahan membuat jiwa emak-emaknya ingin menuju ke tempat Adam dan memarahi wanita itu. Walau mereka dari kalangan orang kaya raya tapi sungguh adat ketimurannya masih di peggangnya. Seketika itu juga Nyonya Mahendra berdiri namun tangannya langsung di tarik oleh suaminya. " sayang jangan biarkan mereka dulu, ayah masih menyelidiki dia , ayah juga tidak ingin anak kita jatuh ke wanita yang salah karena Adam anak kita satu-satunya. " ucap Tuan Mahendra untuk menenangkan istrinya itu. Nyonya sangat patuh terhadap suaminya dia duduk kembali tapi tidak lagi mengunyah makanannya melainkan melamun dan acara makan malam mereka berdua tidak lagi senikmat yang di pikirkannya. Karena mereka berdua sedang dalam pemikirannya masing-masing. Suasana hati yang tidak enak di sandang oleh kedua orang tua itu mereka memilih untuk pulang kerumah dan membahas permasalahannya di rumah, Hati Nyonya Mahendra seakan tidak terima jika anaknya mendapat w*************a seperti itu, apa kurang nya dia , dia akan mendapatkan wanita yang baik-baik dari keluarga baik-baik pun juga bisa. Batin Nyonya Mahendra. Sesampainya mereka di rumah Tuan Mahendra menyuruh istrinya untuk tidur lebih dahulu, karena dia ingin menunggu kabar dari asistennya tentang wanita itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD