bc

Ketos Incaran Playboy Tampan

book_age16+
1
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
contract marriage
family
opposites attract
arranged marriage
playboy
stepfather
single mother
heir/heiress
kicking
city
enimies to lovers
love at the first sight
affair
actor
like
intro-logo
Blurb

Alena Friska Alexander adalah seorang ketua OSIS di SMA Taruna Bangsa. Meskipun terbilang cuek tapi Alena memiliki banyak pengagum di sekolahnya. Tak disangka-sangka seseorang yang akan dijodohkan dengannya adalah orang yang ditemuinya minggu lalu. Oh hell no! Alena sama sekali tidak sudi memiliki calon suami brandalan macam itu!

chap-preview
Free preview
Bab 1 | Playboy Tampan
"Eh-eh, itu ada geng Vortex!" Celetukan satu siswi itu sontak saja membuat atensi seluruh penghuni kantin terpusat ke dua belas pemuda yang baru saja memasuki pintu kantin. "KYAAAAAAAAAAAAA!!!" Cewek-cewek langsung histeris dibuatnya. Geng Vortex Siapa sih yang nggak kenal mereka? Geng dengan lebel famous di kalangan remaja yang berisikan 326 anggota penuh. Diketuai oleh Bryan Paduka William—18 tahun. Cowok jakung berkulit putih dengan visual paling tampan diantara teman-temannya. Menjabat sebagai ketua geng Vortex sekaligus pembentuk geng itu sendiri. "Kak Bryan kata Mamah kapan main ke rumah?" tanya satu siswi yang diketahui bernama Felly. "Liat malam minggu ya, siapa tau lo beruntung," balas Bryan melempar wink nakal andalannya, tak lupa senyum miring yang selalu sukses membuat cewek-cewek meleleh. Satu yang khas dari Bryan adalah jiwanya yang murni playboy cap badak. Cowok itu gemar sekali mengoleksi banyak gadis cantik untuk dijadikan sebagai pacar. Tetapi, status menjadi 'pacar' Bryan tidak akan bertahan lebih dari satu bulan. Walaupun demikian, herannya, para gadis berebut untuk dijadikan pacar oleh ketua geng Vortex itu. "Terus Jasmine mau lo kemanain?" Rafka melirik heran ketuanya. Bryan tertawa sarkas sambil mengangkat ponselnya. "Lima belas menit lagi putus." "Anjir, baru juga pacaran tiga hari main putus aja." Adit mendelik. Pundak cowok itu langsung mendapat rangkulan dari cowok di sebelahnya, Rafael. "Nggak usah heran gitu kali, Dit, ketua kita pacaran dua jam aja pernah." "Nah itu lo tau," kata Bryan tanpa dosa langsung mendapat gelengan kepala dari Rafka—cowok paling waras plus setia di geng Vortex. Kecuali Adit dan Rafael yang tidak memberi respon lebih karena mereka satu spesies dengan Bryan, sang ketua. "Bos-bos, mati lo mati! Noh Jasmine sama dua printilannya datang," beritahu Adit. Pandangan semua orang jatuh pada tiga cewek cantik yang menghampiri geng Vortex—lebih tepatnya pada sosok Jasmine yang menghampiri Bryan. "Hai sayang! Nanti malam jadi nonton kan? Aku udah pesan dua tiket bioskop buat kita," kata Jasmine merangkul lengan kekar Bryan dengan manja. Jasmine Clova Alexander—gadis cantik bak barbie dengan rambut blonde alami karena orangtuanya blasteran Indonesia–Amerika. Sebagian besar siswa SMA Utopia tergila-gila padanya. Bryan tersenyum dan meraih tangan kanan Jasmine. Ditatap dalam seperti itu membuat hati Jasmine berbunga-bunga. Cup! Bryan mengecup punggung tangan Jasmine cukup lama. "Ommo!" yang lain membekap mulut mereka syok sekaligus iri. Jasmine cukup terkejut tetapi juga senang. "Bry—k-kok, tiba-tiba banget romantis gini." "Kenapa? Lo nggak suka?" "Suka, suka banget malah," balas Jasmine malu-malu. "Jasmine ... lo cantik." "I know, makanya kamu pilih aku jadi pacar kamu." Bryan mengangguk-angguk. "Dan banyak yang akan suka sama lo selain gue." "Y-ya?" "Gue mau putus." Bagai disambar petir di siang bolong. Ucapan Bryan barusan membuat suasana kantin berubah tegang, meskipun beberapa gadis bersorak kecil karena mendapat peluang untuk menjadi pacar Bryan selanjutnya. "W-what?! Kenapa tiba-tiba ngomong putus? Sedangkan gue nggak ngerasa buat salah, Bryan." "Lo emang nggak buat salah." "Terus kenapa minta putus?!" Bryan mengedihkan bahu tak acuh. "Gue udah bosen." Garis wajah gadis cantik itu berubah drastis. "Ini gue salah denger atau lo yang emang b******k?" desis Jasmine tajam. "Lo tau tanpa gue ulangi, but ... thanks udah jadi pacar yang romantis tiga hari ini," kata Bryan tersenyum manis. Plak! Tamparan keras mendarat di wajah tampan Bryan. Membuat semua orang memekik karena tindakan berani Jasmine. Bryan menekan pipi dalamnya menggunakan lidah. Untuk pertama kalinya dia mendapat tamparan dari seorang gadis! "Dasar cowok b******k! Berani banget lo main-main sama gue, sialan!" maki Jasmine naik tensi, langsung ditenangkan oleh dua sahabatnya. "Sabar Min sabar, jangan ngamuk disini." "Nggak bisa Re, dia putusin gue tanpa alasan. Dia udah—" Jasmine sampai kehabisan kata-kata. Dia menunjuk wajah Bryan dan menyumpah serapahinya. "Lo bener-bener cowok paling b******k yang pernah gue kenal! Dasar playboy! Gue sumpahin lo jatuh cinta sama cewek yang akan ngebuang lo lebih buruk dari sampah! Camkan itu!" "Ck, jangan bercanda. Mana ada cewek yang berani ngebuang gue," decak Bryan. "Hari ini, menit ini, detik ini, kita udah selesai. Silahkan enyah dari hadapan gue..." Bryan menahan ucapannya sejenak dan berbisik tepat di samping telinga Jasmine. "Man–tan." "Lo—" Jasmine melotot, tinjunya sudah siap untuk menghantam wajah cowok di depannya. Jika saja kedua tangannya tidak dipegangi, Jasmine pasti sudah melakukan itu. "Udah Min, ayo! Jangan buat masalah makin panjang, disini banyak fansnya," bisik Rere takut akan diterkam fans fanatik geng Vortex. Dia dibantu Putri untuk membawa Jasmine pergi. Sontak saja ketiga cewek itu mendapat sorakan tidak menyenangkan dari penghuni kantin yang pro ke Bryan. "Pergi lo sana! Dasar cewek nggak tau diri! Berani banget nampar Bryan!" "Tau nih! Kalau udah putus ya putus aja! Cewek yang mau jadi pacarnya Bryan itu banyak bukan cuma lo!" "Berisik lo semua!" balas Jasmine tidak takut. "HUUUUUUUUUUUU!!!" Setelah tiga gadis itu pergi, sebelas teman Bryan kembali merapat karena tadi sempat menepi untuk memberi ruang untuk Bryan dan Jasmine. "b*****t!" umpat Bryan mengelus pipinya yang sedikit memerah. Rasa malunya lebih besar dibanding rasa sakit dari tamparan Jasmine barusan, bahkan dia sudah mendapat luka lebih banyak saat tawuran. Tapi tamparan dari gadis itu membuatnya benar-benar kehilangan muka. "Sabar bos," kata Adit menepuk-nepuk pundak Bryan. "Lagian lo putusin Jasmine di depan umum gini, pasti dia malu lah." "Ya gimana lagi, gue emang berencana putusin dia di waktu yang sama waktu gue nembak dia. Tempatnya juga sama, di kantin," jelas Bryan. Rafka sampai menepuk jidat. Kok bisa sih ada manusia kayak Bryan yang kegantengan dan kebangsatannya setara. "Hati-hati aja lo kena karma." "Bener, karma is real," timpal Rafael. "Ngaca g****k, lo juga sama!" umpat Adit. "Eitsss sorry yee, gue pacarin cewek juga pake perasaan kali. Emangnya Bryan yang pacaran cuma karena gabut." "Persetan! Karma kayak gitu nggak berlaku buat gue," tentang Bryan bermasa bodoh, lanjut duduk di salah satu meja bersama cewek-cewek yang Rafka yakini salah satu diantara mereka akan menjadi target Bryan selanjutnya. **** Di satu sisi, Jasmine mengamuk di dalam toilet sambil ditenangkan oleh dua sahabatnya. Cringg!! Jasmine melempar parfum mahalnya ke dinding toilet membuat botol kaca itu pecah beribu keping. Dengan gerakan cepat Jasmine mengambil satu pecahan kaca itu dan berniat menggores pergelangan tangannya. Beruntung tangan seseorang lebih dulu menahannya. "Alena, lepasin gue, lepasin!" Jasmine meronta sekuat tenaga. Dia mencoba merampas pecahan kaca itu lagi dari tangan Alena tetapi gadis itu lebih dulu membuangnya. "Jangan gila Jasmine, masih terlalu muda untuk mati!" bentak Alena lalu segera memeluk gadis itu. Jasmine menangis, kian mengeratkan pelukannya pada Alena. Lalu berbisik, lirih. "Gue malu, Len, gue malu. Lo harus bantuin gue buat balas dendam ke Bryan, gimanapun caranya."

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
1.9M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
724.3K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.6M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
960.7K
bc

A Warrior's Second Chance

read
347.8K
bc

Not just, the Beta

read
342.9K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook