Episode 42

1384 Words

"Sampai kapan kamu terus mengacak acak makananmu tanpa memakannya, hm?" Fyi, Arsen dan Sina kini tengah makan siang di cafe yang lokasinya tidak jauh dari kantor. Arsen yang mengajaknya. Tapi entah kenapa Sina tidak nafsu makan, dia hanya mengacak-acak makanannya. Sina masih memikirkan bagaimana caranya menemukan bukti bahwa Indira melakukan kejahatan di dalam perusahaan. Sina harus bisa masuk ke dalam ruangan Indira, mungkin saja disana dia menemukan sesuatu yang berharga. Tapi bagaimana caranya? Banyak sekali cctv di perusahaan, jika Sina menyusup ke ruangan Indira, siapapun akan dengan mudah mengetahuinya lewat cctv tersebut. "Sina?" "Hm?" "Apa yang sedang kamu pikirkan?" "Nggak, gue nggak mikir apa-apa. Gue cuma lagi nggak nafsu makan aja." "Kenapa? Apa kamu sakit?" Arsen men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD