Baru saja aku keluar dari ruangan kelas lima karena habis mengajar mata pelajaran seni, kini saatnya diriku kembali melangkah menuju ruangan guru. Baru saja kuterduduk duduk, tiba-tiba teleponku berdering, ternyata Atika sedang menghubungiku.
“Iya halo Assalamualaikum Atika.” Sapaku.
“Walaikum salam Vian.” Jawabnya.
“Tumben nih jam segini nelpon.” Gumamku.
“Iya Vian, karena sepertinya ada satu kabar gembira yang ingin kusampaikan padamu.” Terangnya.
“Oh ya, apa?” Tanyaku dengan penasaran.
“Kebetulan nih, aku dapat info lomba seni buat anak-anak SD dan guru.” Sahutnya.
“Hmmm, memang lomba apaan nih?” Tanyaku.
“Banyak sih Vian, ada lomba mewarna, melukis, menyanyi dan festival band. Nah kamu kan punya murid yang jago main gitar, ikutin aja tuh!” Seru Atika.
“Oh ya kapan tuh, menarik sekali sepertinya!”
“Oke, ntar aku kirim posternya.” Jawab Atika.
“Sippp.”
Tak lama setelah percakapan singkat itu, akhirnya Atika mengirimkan posternya melalui WA. Aku mulai mengamatinya, ternyata perlombaan seni yang diadakan banyak sekali termasuk festival band. Perlombaan masih berlangsung dua minggu lagi, jadi masih ada banyak kesempatan untuk melatih Hanifa.
Aku segera keluar dari ruangan kantor untuk segera menemui Hanifa, kuharap dia mau untuk menerima penawaranku dalam mengikuti lomba tersebut.
“Hey Nif, kebetulan nih aku ada perlu sama kamu.” Ucapku.
“Oh ya, ada apa pak?” Tanyanya.
Aku mulai duduk di dekatnya, kebetulan di sini juga ada Putri, Nayla, Ninin dan juga Krisna.
“Ada apa sih pak Vian, kayaknya seru banget?” Tanya Krisna.
“Begini nih, dua minggu lagi ada lomba festival akustik band yang akan diadakan oleh SMAN 1 Malang, nah perlombaan hanya boleh diikuti oleh siswa dan guru.”
“Terus pak?” Tanya Ninin.
“Nah, pak Vian rencananya ingin menugaskan Hanifa untuk mengikuti perlombaan itu.” Terangku.
“Wahh cocok nih Nif.” Sahut Ninin.
“Iya Nif, gimana?” Desak Putri.
“Hmmm, iya boleh deh.” Jawab Hanifa.
“Yeeee.” Jawab mereka serentak.
Dalam waktu dua minggu ke depan, latihan harus benar-benar dimaksimalkan. Mulai hari ini kita semua sudah mulai latihan, tentunya aku juga tidak ingin jika Hanifa latihan sendiri, dan kita harus membantu dia.
Kebetulan karena aku juga bisa bermain melodi, maka dengan senang hati aku siap untuk membantu Hanifa dalam mengiringi lagu. Di sisi lain, sepertinya kita juga masih kurang personil, maka agar bisa lebih lengkap pemainnya, aku memilih Krisna untuk bisa menjadi pemain yang memainkan perkusi.
Setelah semua personil sudah lengkap, maka latihan harus tetap konsisten untuk dilakukan setiap hari, baik pada saat jam istirahat sekolah, maupun pada jam pulang sekolah. Latihan yang kita lakukan setiap hari dilakukan dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh sehingga tanpa terasa, hari terus berganti hari sampai seminggu.
***
Satu minggu telah berlalu, kini sudah tiba saatnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Aku beserta grup Empat s*****n, beserta Krisna dan Anggun, siap untuk menuju lokasi perlombaan berlangsung. Setelah semuanya lengkap, kita semua berangkat dengan menaiki mobil yang kukemudikan.
Tidak sampai satu jam perjalanan, kita semua telah sampai di SMAN 1 Malang. Aku segera mengambil nomor antrian peserta, dan grup kita mendapatkan nomor urut tujuh. Setelah menunggu satu jam lebih, akhirnya grup kita yang bernama Pelangi siap tampil untuk unjuk gigi di hadapan banyak penonton.
Aku, Hanifa, Anggun dan juga Krisna segera menaiki panggung yang telah disediakan. Saat kita berempat sudah berdiri di atas panggung, kita pun menyapa para penonton, yang kurang lebih telah hadir sekitar lima ratus orang. Hanifa segera duduk di posisi tengah sambil menyetem gitar akustiknya, aku terduduk di sebelah kirinya sambil membawa gitar melodi, sementara Krisna duduk di atas Cajon di sebelah kanannya Hanifa.
Krisna mulai membuat suatu ketukan, tanda musik akan berjalan, aku mulai memetik senar untuk membuat intro melody, disusul dengan Hanifa yang mulai menggenjreng gitar akustiknya. Saat musik intro mulai berjalan, seluruh penonton serempak bertepuk tangan dengan meriah. Mulailah Hanifa dengan menyanyikan lagu pertamanya, yaitu lagu yang berjudul Listen Up, persembahan dari penyanyi Inggris, Noel Ghallager.
“ Listen up
Satu lagu telah terselesaikan dengan baik, kini saatnya kita lanjut ke lagu yang kedua, atau yang terakhir yaitu lagu yang berjudul “Nyaman” persembahan dari After.
Belum pernah ku merasa rindu yang seperti ini,
saat kau tak menemani diriku.
Jika kau tak ada,
saat bersamaku tanpa status kurasa,
karena hampa diriku.
Kuingin selalu terus bersamamu tanpa harus ku minta,
karena ada dirimu, nyaman.
Setelah kita semua telah melantunkan dua lagu di atas panggung, kini saatnya kita semua turun untuk kembali menunggu sampai pengumuman pemenang bisa diumumkan. Aku mulai terasa haus, begitupun juga dengan teman-teman yang lain, sehingga diriku bertekad untuk membeli banyak minuman di seberang jalan. Sambil menunggu pengumuman pemenang, kita semua pun mulai menikmati makanan yang disediakan oleh panitia.
Satu jam telah berlalu, kini tiba saatnya bagi panitia untuk mengumumkan hasil kepada para peserta lomba.
“Nif, jika nanti kita masih belum menang, kamu jangan berkecil hati ya.” Pintaku pada Hanifa.
“Iya pak Vian tenang saja, aku nggak terlalu berharap yang mau menang kok.” Jawab Hanifa.
“Hmmm, baguslah. Tetap semangat pokoknya ya.” Seruku.
“Iya pak.” Jawab Hanifa kembali.
***
“Terima kasih kami ucapkan kepada para peserta yang telah menunjukkan kemampuan serta kreatifitasnya yang luar biasa. Tibalah saat ini kita akan mengumumkan para pemenang lomba dalam acara Dies Natalies SMAN 1 Malang yang ke 56 kategori SMP.
“Juara 3 diraih oleh Cosmos dari SMPN 16 Malang.”
“Juara 2 diraih oleh 45Six dari SMPN 32 Malang.”
“Dan juara 1 diraih oleh Copernicus dari SMP Sriwedari Malang.”
“Selanjutnya, kita akan mengumumkan para pemenang lomba akustik band, tingkat SD.”
“Juara 3 di raih oleh Carolina, dari SDN penanggungan 1 dengan skor 383.”
“Juara 2, diraih oleh Pinochio dari SDN Kotamadya 2 Malang dengan skor 412.”
“Dan yang terakhir, pemenang juara 1 dengan skor yang diperoleh sebanyak 479, diraih oleh …”
Semua peserta termasuk kita mulai deg-degan. Aku berfikir, jika seandainya kita belum menang, ya sudahlah yang penting kita bisa latihan terus di sekolah.
“Pelangi dari SDN Flamboyan 2 Malang..” teriak MC itu.
Sontak kita semua merasa kaget atas apa yang diucapkan oleh MC itu, kita semua tak menyangka kenapa kita bisa menang dan juara pertama atas perlombaan ini. Mungkin ini sudah menjadi rezeki yang patut kita semua syukuri. Aku senang melihat Hanifa tersenyum, mungkin juga ini sudah menjadi takdir untuk Hanifa yang telah berprestasi. Sebagai perwakilan, Hanifa segera menaiki panggung untuk pengambilan hadiah berupa trophy dan uang tunai.