Perlarian Santo

1125 Words

Dia berjalan di tengah salju tebal dengan badai salju yang berlangsung kuat. Dia terus melintasi pegunungan bersalju tebal dengan langkah kaki yang mantap. Sudah dua jam lamanya dia melintasi badai salju, tubuh besarnya itu tak menyerah, dia terus berfokus ke depan dan terus melangkahkan kakinya. “Astaga, sampai kapan kau akan berjalan, Santo?” Orang yang mengikutinya dari belakang sudah merasa lelah dan menggigil, dia sudah kehilangan banyak staminanya. Tapi Santo tak terlihat seperti akan istirahat. “Kau ini memang kuat atau cari mati?” Orang yang mengikutinya sekali lagi mengomel, apalagi karena mengikuti Santo tubuhnya terkena efek yang hebat. Dia mengangkat kakinya dari tumpukan salju yang menjebaknya, dengan susah payah, akhirnya dia bisa keluar dan melihat ke depan kembali.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD