bc

Villain Hero

book_age18+
131
FOLLOW
1K
READ
arrogant
student
superhero
tragedy
serious
male lead
realistic earth
war
like
intro-logo
Blurb

Dia adalah hero yang berbeda dengan hero lainnya, dibandingkan dengan bersikap ramah, dia sangatlah kasar dan dingin. Orang memanggilnya sebagai penjahat yang berkedok pahlawan

Dia angkuh dan kejam, namanya Catra Haratana, seorang Mahasiswa berumur 20 tahun yang merangkap sebagai hero. Jika dia tak suka, maka dia akan membuat orang itu kesulitan bernapas.

Sebagai Hero, tentu saja dia melindungi manusia, namun, bagaimana manusia bisa percaya dengannya dengan sikap kejamnya itu? Apalagi dia tak mengerti dengan namanya sifat manusia selain marah. 

chap-preview
Free preview
Ledakan di Tengah Gunung
Duar! Ledakan itu mengguncang bumi dengan sangat kuat, bahkan getaran hebatnya terasa hingga 30 km. Mereka semua waspada, karena ledakan besar itu tentunya terbaca oleh radar yang sejak tadi berpendar mencari data. “Ketua, radar kita menangkap sebuah ledakan besar di gunung!” suaranya terburu-buru matanya yang sejak tadi melihat layar menjadi gemetar. Ada ketakutan di matanya dan orang-orang yang ada di sana, getaran ketakutan seolah mengalir dari satu ke satu. Membuat suasana menjadi mencengkam. “Gunakan satelit kita untuk melihatnya.” Setelah mendapatkan perintah, dia menggerakkan jarinya untuk melaksanakan perintah. Sebuah pemandangan baru muncul dari layar yang sama dengan tadi dia perhatikan. Asap hitam, dan lautan api tertangkap oleh satelit mereka. Sangat brutal untuk orang-orang menjadi terkejut dan gelisah. “Ya Tuhan ... apa yang sebenarnya terjadi?” Mereka masih sangat terkejut, dengan mata gemetar, dan mulut terbuka, tak ada gerakan dari mereka yang mematung memperhatikan hal yang sangat menggemparkan seperti itu. “Laporkan pada tim lainnya untuk segera mendatangi lokasi. Kirimkan koordinat pada mereka!” Dia memberi perintah dengan segera, lebih lama memberikan perintah, maka ini akan menjadi lebih bermasalah. Dia menelan salivanya. Dia sudah belajar dari pengalamannya terdahulu, bahwa sebuah keputusan cepat akan membuat keadaan bisa menjadi lebih baik. “Baik ketua!” “Pak Oza telah bergerak menuju lokasi!” Lapornya dengan sigap. ** Entah berapa jumlah helikopter yang mendarat, suara mereka yang bersamaan menyebabkan kebisingan yang pekat. Angin besar baling-baling helikopter menerbangkan banyak hal, termasuk dedaunan. Tak akan ada yang bisa menghentikan kesibukan mereka sebelum keadaan dinyatakan aman, mereka masih tak tahu apa yang sedang terjadi. “Hei, apa-apaan ini?” tanya seseorang dengan gelisah, dia merekatkan jaketnya. Udara menjadi sangat kuat hingga bisa menumbangkan pepohonan. Tidak perlu menjadi seorang ahli hanya untuk melihat betapa luar biasanya keadaan ini. “Ini seperti ledakan sebuah kilang minyak. Tapi tak ada kilang minyak di sini.” Dia melirik dengan sudut mata kecil, mulutnya dengan santai menyesap rokok yang sejak tadi hidup. Api di depan mereka belum juga padam, barisan helikopter berdatangan membawa tanki air menjatuhkannya di depan mereka yang berjarak terlalu jauh. Saat air jatuh dari helikopter, angin kencang membuat air terbawa oleh angin. Mustahil bagi mereka untuk tetap kering. “Aduh rokokku basah.” Dia mengangkat batang rokok yang dia pegang tadi. Wajahnya yang telah basah di sekanya dengan sapu tangan, beberapa tangki air yang telah dijatuhkan di depannya tampaknya membuahkan hasil. Api itu semakin kecil, memperlihatkan apa yang ada di bagian tengah. Sebuah gedung dengan kerangka cukup besar, keningnya mengernyit sekarat. Gedung apa yang ada di depan mereka? Rombongan manusia lainnya berlarian, mereka masih sibuk menangani keadaan. “Oza, kau mau ke mana?” tanya rekannya yang sejak tadi melipat tangan di depan dadanya. Oza hanya memperhatikan setelah memasukkan batangan rokoknya yang basah, Oza mulai membuka mulutnya. “Aku akan menelusuri lokasi, tolong kau laporkan tentang gedung ini pada SSU!” Tak ada jalan baginya selain berbicara dengan berteriak, kebisingan yang meliputi lokasi akan membuat perkataan lembut tak akan terdengar. Sedangkan SSU sendiri adalah bagian dari pemerintah yang dibentuk untuk menangani hal yang rahasia, seperti sesuatu yang tak masuk akal, atau proyek pendukung pemerintah lainnya, unit ini dinyatakan tidak ada. Ada yang bilang bahwa mereka ada pasukan bayangan. SSU, Secret Sub Unit, bisa dikatakan hal yang diketahui pemerintah lainnya, tapi paling rahasia. Mereka adalah badan yang terlihat sepele, kecil, dan badan paling tak berguna, tapi siapa pun yang masuk ke SSU, mereka akan menyadari bahwa SSU selama pintar menyembunyikan diri. Dia batuk sekali, melihat puing-puing bangunan yang telah menghitam dan bau gosong yang masih pekat. Dia menggeleng, tak akan ada yang tersisa dari ledakan sebesar ini. “Apa kalian membuat bom untuk kudeta?” dia menggeleng dengan pikirannya sendiri. Akan selalu ada orang-orang yang tak menyukai pemerintahan. Pikirannya mungkin terlihat seperti sangat buruk, tapi sebagai orang yang telah bekerja lama dibidangnya, tak ada kemungkinan yang tidak mungkin. Jika dia menyepelekan satu kemungkinan, maka itu bisa memupuskan pemikirannya. “Aku telah mengirimkan video detailnya, dan sebuah laporan awal pada SSU, Oza. Mereka akan menunggu laporan lanjutan dari kita. Ledakan besar ini membuat orang-orang menyadarinya, banyak orang yang telah bergerak mendatangi lokasi ini.” Dia menendang sekali puing bangunan yang berwarna hitam pekat, padahal tadi dia sedang tertidur dengan majalah di atas wajahnya, mengkhayal sebuah liburan di pulau tropis dengan baju-baju wanita yang minim. “Itu urusan tim pengalihan. Kita atak bisa bergerak sangat cepat dengan keadaan seperti ini. Manusia semakin hari, semakin penasaran saja, Adlan. ” Oza sedikit cemberut, bukan hanya Adlan yang merasa terganggu dengan perintah yang mendadak, Oza juga merasa terganggu saat dia sibuk ingin melamar kekasihnya, perintah datang. Tapi menyaksikan pemandangan di depannya, ini bukanlah sebuah permainan. “Ada mayat di sini!” teriak seorang yang berbaju anti api, wajahnya terlihat lelah setelah bertarung memadamkan api selama 5 jam, dan menelusuri tempat yang sangat besar ini. Oza dan Adlan langsung mendatanginya. Mereka menggunakan sarung tangan untuk lebih berhati-hati tak merusak barang bukti. Dengan mata mereka, mereka menyaksikan bahwa mayat itu telah tak berbentuk lagi, wanita atau pria mereka tak tahu karena saking gosong tubuhnya. “Ah, sangat brutal,” ucap Adlan menutupi hidungnya, dia masih kesulitan dengan mayat. Bahkan sejak kerja di SSU, setelah mendatangi lokasi yang terdapat mayatnya, dia akan menolak memakan daging. “Dia terpanggang dengan sempurna. Tampaknya dia masih berusaha untuk menyelamatkan diri, sayang sekali tubuh bagian bawahnya hancur tertimpa dinding besar.” Oza merasa sedih melihat mayat di depanya, merasa tahu bahwa mayat tersebut pasti merasakan kesakitan yang sangat luar biasa. “Bawa mayat ini,” perintahnya pada orang yang berbaju anti api di depannya. Dia mengangguk mengerti, tak lama kemudian, kantung mayat telah siap. “Menurutmu, apa yang mereka lakukan di sini, Oza?” Dalam mendekati Oza, dia masih saja memandang pemandangan di depannya dengan sangat mengerikan. Dia tak akan heran jika akan banyak korban yang di temukan dari ledakan hebat ini. Tanpa sadar Oza menguap, merencanakan sebuah laporan menyita waktu tidurnya, tenaga dan pemikiran. Dia ingin sekali segera selesai, tapi ini bukanlah situasi sepele. Beberapa titip api yang dipadankan secara manual dengan mobil, serta asap yang tebal perlahan menghilang. Walaupun keadaan masih terasa panas Oza dan Adlan bergerak lebih maju. “Apa pun yang mereka lakukan di sini, tampaknya sangat rahasia.” Oza menunjukkan sebuah peti besi yang telah penyok dengan sangat parah, padahal dia tahu betapa kuatnya peti itu untuk menahan serangan yang besar. “Kalian!” Adlan berteriak, memanggil beberapa orang yang tak jauh dari mereka untuk segera mendekat. Mereka mendatangi Adlan dengan terburu-buru, setelah mendengar permintaan Adlan, mereka segera bergerak lagi mencari peralatan untuk membuka peti di depan mereka. Butuh tenaga yang besar untuk mereka membukanya, Oza dan Adlan membiarkan mereka sibuk dengan kegiatan itu, lebih memilih menyelisir lokasi. Satu kantung mayat berubah menjadi dua kantung mayat, dan dua berubah menjadi tumpukan kantung mayat, yang sulit bagi mereka untuk menghitungnya dari kejauhan. Oza menggeleng, ada banyak korban ternyata. Dia merasa cukup lega saat menyadari tak ada masyarakat umum yang terlibat, bayangkan jika ledakan ini terjadi di pusat kota, bukan tumpukan kantung mayat, sapi gunungan kantung mayat yang akan membuat suasana menjadi lebih mencekam. Mereka masuk kebagian yang lebih dalam, Oza melihat peralatan laboratorium yang telah hancur, tapi masih bisa dilihat bahwa itu adalah sebuah peralatan dari penelitian. “Mereka melakukan penelitian. Entah apa yang mereka teliti hingga seperti ini. Dan tampaknya, kemungkinan besar sumber ledakan itu berasal dari ini.” Oza menyentuh keningnya, rasa sakit begitu saja menyerangnya. Adlan berwajah muram, jika penelitian sebesar ini dilakukan , hal apa yang sebenarnya mereka sembunyikan. Hari-harinya akan menjadi lebih sibuk karena hal ini, dia akan gagal untuk mengajukan cutinya yang selalu tertunda. “Kami menemukan korban selamat!” Sebuah teriakan dari pasukan yang memakai baju api di tempat yang tak terlalu jauh dari mereka membuat keduanya membulatkan mata dengan lebar. Mereka dengan buru-buru melangkahkan kaki mereka, melihat korban selamat yang akan menjadi titik terang. Walaupun begitu mereka sadar, berharap korban selamat dari ledakan ini, akan sulit membawa apa pun, keadaannya pasti sangat parah. Saat mereka telah sangat dekat, memandangi apa yang sedang diletakkan di tandu, mereka merasa sangat terkejut dengan fakta apa yang mereka lihat. “Astaga ... bagaimana bisa ini terjadi?” Bersambung....

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kali kedua

read
223.5K
bc

JANUARI

read
56.3K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
26.7K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
51.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
197.2K
bc

TERNODA

read
205.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
238.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook