Dua Lawan Satu

1180 Words

Akakaci yang sejak tadi mengoceh, sekarang lehernya sedang ada di tangan Catra. Dia terlihat kesulitan bernapas karena cengkeraman keras Catra. “Kalian berani sekali mendatangiku?” Suara Catra sangat berat membuat keduanya merinding, mirip seperti Mora yang mengancam mereka. Bahkan Belladona sempat mundur sedikit. Kemudian dia berhasil menstabilkan dirinya kembali. “ kenapa bisa?” tanya Belladona tanpa sadar. Tubuh Akakaci terbakar, berubah menjadi sesuatu yang sangat panas. Tapi Catra tak melepaskan cengkraman kuanya, dia semakin marah pada Akakaci. “Kalian mau mencari ribut denganku, ke nerakalah.” mata Catra menajam, dia menebarkan d******i kuat miliknya. Catra mematahkan leher Akakaci dengan mudah, membuat Belladona yang melihatnya terkejut. Bagaimana bisa Akakaci yang memi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD