Cakar yang tajam itu bergerak dengan cepat, membela angin dan membuat bunyi yang mengerikan. Siapa pun akan tahu betapa cepat dan kuat cakar tersebut, sebuah bangunan pun bisa saja hancur dibuat olehnya. Si pengguna cakar telah membidik sasarannya, dia akan membuatnya sekarat dengan kekuatannya. Sudah dia tentukan sejak tadi, bahwa yang berhak sombong di sini hanyalah dirinya. Suara kesunyian beberapa waktu lalu ternyata hanya sebuah ilusi sementara Tangannya yang telah menunjukkan cakar telah tertarik ke belakang, dan saat itu bergerak ke depan. Cakarnya membentur sesuatu. Mata mereka bertemu. Mata kuning milik orang di depannya itu berpendar dan menatapnya tajam. Cakarnya terhentikan dengan sebelah pedang. Jegar mundur karena tahu yang ada di depannya bukanlah lawan sembaranga

