Dia menggerakkan lehernya dengan cepat untuk membuat setiap tulang yang menyusun tulang leher berbunyi. Itu telah menjadi ke biasakan yang sangat memuaskan. Saat suaraku krek terdengar, dia akan tersenyum senang. Dengan menggunakan setelan berwarna hitam yang dipenuhi dengan peralatan canggih di tubuhnya, dia menyusuri hutan luas dengan ditemani oleh seorang temannya yang hobi makan. “Hei, Santo, kau bisa tertinggal jauh dariku kalau makan dan makan terus. Tubuhmu bisa membulat seperti bola.” Dia masukan belati di tempat seharusnya, di dekat pinggangnya. Kepalanya menggeleng. “Gendi, kau ini mengoceh terus. Kau lihat, kita ini sudah berjalan empat jam tanpa menggunakan peralatan. Jalan kaki, melompat, berlari, berenang melewati sungai, kau pikir itu semua tak membutuhkan energi?” S

