Reyna tidak tidur malam itu. Ancaman di amplop hitam, pesan suara misterius, dan serangan hacker membuatnya sadar: menunggu hanya akan membuatnya menjadi korban. Pagi-pagi sekali, ia menghubungi satu-satunya orang yang ia percaya di luar lingkaran keluarga — sahabatnya, Dira, yang kebetulan magang di divisi IT perusahaan. “Aku butuh bantuanmu,” kata Reyna pelan di telepon. “Cari siapa yang mencoba meretas server perusahaan kemarin. Fokus ke proyek yang ada namaku.” Dira setuju, tapi memperingatkan, “Kalau ini ulah keluarga David… kau masuk ke wilayah yang sangat berbahaya, reyna.” Sementara itu, David diam-diam juga bergerak. Ia memerintahkan bawahannya menyelidiki semua kamera CCTV di sekitar apartemen Reyna. Dari rekaman, terlihat seorang pria berjaket hitam menaruh amplop di depan

