part 11

506 Words

Pagi itu, kediaman utama keluarga Sanjaya dipenuhi wajah-wajah tegang. Para anggota keluarga besar duduk melingkar di ruang rapat mewah, dindingnya dihiasi lukisan nenek moyang. Di ujung meja, duduk seorang wanita anggun berusia sekitar lima puluh tahun, Nyonya Vivian Sanjaya— ibu David. sosok yang dikenal dingin dan ambisius. Tatapannya menusuk ke arah Reyna yang berdiri di sisi David. “Aku dengar,” suara Nyonya Vivian meluncur seperti belati, “kau membawa dokumen yang menyatakan kau pewaris sah keluarga ini. Dari mana kau mendapatkannya?” Reyna menatap balik tanpa mundur. “Dari ibuku. Lewat buku hariannya.” Beberapa kerabat berbisik-bisik, sebagian jelas tidak percaya, sebagian terlihat panik. Seorang pria berkacamata, Paman Bobby, mengetuk meja dengan telunjuknya. “Kalau ini bena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD