BAB 10 | PENGKHIANATAN

1600 Words
Duka mendalam dialami oleh Suez kedua kalinya setelah ditinggal pergi selamanya oleh sang ayah, Marco. Tidak akan pernah menyangka bahwa Mega akan meninggal dalam pelukan hangat tadi malam, bersama dengan fakta yang didengar oleh Suez untuk pertama kalinya bahwa sang istri selama ini mengidap penyakit kronis yang selalu memakan sel-sel darahnya setiap hari. Demi untuk tidak membuat sang suami khawatir, Mega bahkan rela selalu tampil sehat di depan Suez. Ia hanya takut bila ketahuan, Suez akan kehilangan fokus dalam mencapai tujuannya ketika penemuannya sudah sampai dalam titik berhasil untuk pertama kalinya. Pemakaman itu berada di dekat sebuah sungai besar yang melintasi samping rumah mereka. Prosesi yang semula akan menggunakan kremasi berubah tatkala Suez tak memiliki alat untuk pengadaan kremasi, serta tidak mungkin melakukan kremasi secara terbuka karena ia takut keberadaannya akan ketahuan oleh para ilmuan di dunia luar sana. Ditemani oleh Clar yang berada di sampingnya saat ini, Suez berharap dunianya tidak runtuh dalam waktu lama. Ia hanya membutuhkan sandaran saat ini ketika rumah sesungguhnya yang ia miliki sudah diambil oleh Tuhan. Dalam benaknya ia menyesal karena tidak memiliki moment lebih lama dengan Mega, padahal mereka sudah membayangkan masa depan jika kelak anak perempuan yang berhasil ia peroleh dari temuannya akan dirawat dengan penuh kasih sayang. Semuanya sudah pupus, mati, bersamaan dengan napas terakhir yang Mega hembuskan. Hari ini Suez masih berdiam diri di kamarnya. Menatap foto pernikahan antara dirinya bersama dengan Mega yang sudah terjadi lama sekali, ia merindukan moment kebersamaan mereka di awal bahtera rumah tangga. Kalau diingat-ingat, Mega dulunya akan dikirimkan untuk menjadi pasangan salah satu pemimpin negara. Namun, berkat kejeniusan ayah Suez dan keluarga Mega, perempuan itu berhasil disembunyikan dan membuat Mega bisa menikah dengan Suez sesuai kesepakatan keluarga mereka sejak awal. Karena keluarga Mega menolak dengan keras akan pernikahan putri mereka dengan bangsa Leonword karena dendam sejarah. Tentu mereka tahu betul bahwa keluarga Suez adalah keturunan murni dari bangsa Shiewook. "Mega, saya merindukanmu. Ternyata begini ya namanya perasaan rindu, padahal kita baru saja dipisahkan oleh takdir." Suez mengusap foto yang dibingkai rapi itu, tetesan kristal yang berjatuhan dari pelupuk matanya di kaca yang melapisi foto tersebut sedikit demi sedikit mulai banyak. Ia sendiri tidak akan berbohong atas apa yang ia ucapkan dari lubuk hatinya yang terdalam, Mega menjadi keluarga yang sangat berharga dan tak akan tergantikan oleh siapapun hingga detik ini, meskipun adanya Clar dalam keluarganya masih belum bisa menggantikan sosok Mega yang terlalu berharga bak harta karun. Mata sosok yang sudah merasakan dadanya sesak dan terbatuk-batuk itu menatap ke arah luar jendela. Langit begitu cerah, beberapa burung terbang melewati jendela, angin berhembus tipis hingga terlihat dedaunan bergoyang kecil. Tidak, Suez tidak boleh seperti ini terlalu lama. Impian yang sudah dia bangun tidak boleh disia-siakan setelah percobaannya berhasil untuk pertama kalinya. Bayangkan, ini baru dititik di mana janin mulai berkembang dan menunjukan tanda-tanda akan berjenis kelamin perempuan. Ia hanya perlu memberi ramuan perangsang supaya janin bisa berkembang sempurna dan menghasilkan organ-organ yang dibutuhkan oleh seorang perempuan seperti uterus dan v****a. "Sebentar lagi ... Mega, kamu bisa melihat saya, bukan? Dari atas sana, saya harap kamu bisa tersenyum saat anak kita untuk pertama kalinya akan melihat dunia beberapa bulan lagi. Saya tidak mau mengorbankan banyak sel telurmu lagi, itu memiliki batasan penyimpanan. Cukup satu anak perempuan saja, kita bisa mengubah dunia atas tekad yang kita bangun bertahun-tahun lamanya." *** Di sisi lain, Clar sudah membayangkan rencananya sendiri yang ia tata selama beberapa waktu lamanya. Semoga, jika penemuan Suez berhasil, ia akan segera merebut penemuan itu dan mengakuinya sebagai miliknya sendiri. Ia butuh pengakuan itu dari dunia, karena ia membaca berita bahwa presiden Amerika akan memberikan kekayaan tak terbatas jika ada orang yang bisa menghentikan kutukan ini. Menurut kabar yang beredar, ditemukan pesan rahasia yang menunjukan adanya petunjuk sang pemecah kutukan ini agar segera berahir. Namun, teka teki tersebut masih belum bisa ditafsir secara benar karena kebingungan para ilmuan. Kutukan ini ditulis pada batu bersejarah di dalam halaman Kerajaan Shiewook, bertuliskan "Kutukan tidak akan berakhir dengan mudah karena kesalahan fatal seseorang. Setiap mereka yang lahir dan bernapas dalam sebuah garis keturunan yang sama akan menanggung bebannya. Namun, ia akan lahir dengan cara yang tidak biasa, lebih spesial dari kelahiran yang lain. Bertemu dengan seseorang yang sama berharganya namun orang lain tak akan nampak apapun dalam diri orang itu. Pertemukan keduanya, maka kutukan ini akan segera berakhir." Pertanyaannya, maksud dari kelahiran tak biasa itu yang bagaimana? Bahkan, lebih spesial dari yang lainnya. Apa mungkin maksud dari pernyataan itu adalah calon anak Suez ini? Lalu, seseorang yang sama berharganya tapi tak nampak. Siapa lagi yang dimaksud dalam pernyataan itu? Sudah banyak pertanyaan pertanyaan yang sudah melintas dalam otaknya. Ia ingin memecahkan kutukan ini, kalau satu sudah terjawab baginya, lalu yang tersisa harus ia cari tahu jawabannya. Jangan sampai orang lain tahu akan rencananya. Termasuk Suez sendiri. Bahkan setelah berhasil merebut penemuan berharga lelaki yang sudah menolongnya itu, Clar tidak mau mempublikasikan mengenai anak Suez sampai waktu yang dirasa cukup nantinya. Karena ia mau menjaga dengan sebaik-baiknya harga berharga sekaligus tambang emas dan ketenaran yang akan ia dapatkan dengan mudahnya suatu saat. "Kutukan ini dibuat karena Raja Guan membuat seorang Putri Ryusin kehilangan mahkota. Karena keegoisan bangsa Leonword sendiri juga yang merasa selalu unggul. Hmm.. dikatakan kalau Leonword akan terus menghasilkan keturunan laki-laki, bukan perempuan." Clar mengingat lagi bagaimana kutukan itu dijabarkan saat dia duduk di bangku sekolah dulu. "Kalau salah Raja Guan, Leonword memang dalam bahaya sejak dulu. Imbasnya ya oleh rakyat. Dahulu kan jumlah penduduk dunia banyak dari bangsa ini, kemudian mereka bertransmigrasi dan banyak menikah dengan bangsa lain sampai benar-benar tak ada yang terlewat sedikit pun. Pantas saja, laki-laki di dunia sudah menguasai bumi. Katanya, hanya beberapa warga asli Shiewook yang bertahan saat itu dan menyembunyikan diri." Salah satunya adalah buyut dari buyutnya Suez. Sangat kebetulan Clar bertemu keturunan asli tersebut. Ia tak bisa membayangkan kalau Suez bukanlah bangsa Shiewook, akan mustahil bagi pengembangan penelitian ini berhasil. Tercatat bahwa Dewa hanya merestui bangsa Shiewook memiliki anak perempuan. Diskriminasi bangsa. "Tapi, gue sendiri gak tahu bagaimana caranya merawat anak perempuan nanti. Karena sekalipun aku terlahir dari seorang perempuan, ibuku meninggal saat wabah menyerang wanita pada zaman gue lahir saat itu," gumam Clar kali ini berkalut dalam pikirannya. "Apa gue tanya dulu ya sama Professor Suez tentang ini? Dia gak bakalan curiga, kan?" Setelah ia bertempur dalam ambang kebingungan antara dua pilihan yaitu lanjut atau mencari tahu sendiri, ia memutuskan untuk lanjut menanyakan kepada Suez secara langsung. Di kamar sang Professor, Clar tidak lupa mengetuk pintu tiga kali sebelum akhirnya diizinkan masuk dan mendekati lelaki itu. Di pinggiran ranjang, Clar mengusap kembali pundak Suez untuk memberikan ketabahan setelah ditinggal pergi selamanya oleh Mega. Terlihat Suez sendiri juga bergetar di tangan dan pundaknya. Tubuhnya melemah. "Prof, ada yang ingin saya tanyakan," kata Clar memulai percakapannya. "Apa yang ingin kamu tanyakan? Saya akan tetap menjawab sebisa saya, tapi saya mohon untuk tidak menanyakan perihal kapan saya akan keluar dari rumah ini secepatnya," jawab Suez. "Tidak, saya hanya ingin bertanya satu hal. Sebagai seseorang yang hidup dalam lingkaran keluarga berisikan laki-laki, saya tidak tahu menahu kehidupan seorang perempuan lebih mendalam. Sekalipun sudah hidup lama pula di sini, apakah Prefessor berkenan untuk memberitahu saya.. sebenarnya bagaimana dan apa yang dialami dan tidak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki?" Pertanyaan tersebut membuat Suez menolehkan kepalanya ke samping, memandang Clar dengan heran. "Apa kamu sangat penasaran dengan hal itu?" Ia bertanya balik, memastikan. Clar mengangguk dengan semangat. "Maafkan saya bila saya menanyakan ini dalam suasana duka, dan tidak menanyakannya pada Nyonya Mega. Saya hanya ingin bertanya pada waktu yang tepat namun kemarin terlambat menanyakannya. Jadi, apakah anda mengizinkan dan berkenan menjawab?" "Iya, tentu saja. Ini pertanyaan dasar, semua orang pasti ingin tahu. Wabah yang menyerang 40 tahun yang lalu membuat banyak orang kehilangan perempuan yang berharga, anak-anak tidak mendapatkan kasih sayang. Saya akan menjawab, dan tentunya saya juga memiliki catatan atas itu." Bangkit dari duduknya, Suez mendekati sebuah lemari dan membukanya. Ia mengambil sebuah catatan yang teelihat kuno kemudian membawanya ke Clar. "Ini yang saya tulis bersama Mega saat dia masih hidup. Apa yang dia alami, saya pelajari dan ringkas dalam bahasa yang lèbih sederhana. Supaya nantinya, orang orang di masa depan tidak bingung dengan yang dialami oleh para perempuan." "Saya ingin dengar." "Perempuan itu spesial, kamu tahu itu. Di dunia ini yang semakin terpuruk karena kutukan Dewa, perempuan menjadi simbolis tertinggi daripada seorang raja maupun presiden. Mereka lah yang membuat kita bisa meneruskan keturunan, bisa merasakan kasih sayang yang dalam. Mereka bilang bahwa mereka baik-baik saja, padahal terkadang hati mereka juga lelah akan ini itu. Kesakitan yang mereka rasakan mulai dari pertama kali datang bulan- di mana terkadang perempuan merasakan nyeri yang luar biasa saat datang bulan terjadi, dan saat melahirkan anak-anak kita. Rasanya seperti tulang rusuk kita dipatahkan berulang kali, seperti itulah yang mereka rasakan." "Prof, apa itu datang bulan?" "Itu seperti darah yang keluar melalui organ yang sama saat melahirkan, darah kotor yang rutin dikeluarkan oleh tubuh karena tidak ada.proses pembuahan. Pembuahan inilah yang jika berhasil akan menciptakan janin di dalam uterus." "Oh, begitu. Saya baru paham." Kembali, Suez menjelaskan dengan bahasa sederhananya pada Clar mengenai perempuan. Membuat Clar sendiri berpikir bahwa Suez sama sekali tidak menaruh curiga kepadanya, padahal dengan informasi ini lah Clar yakin bisa membesarkan anak itu. Setelah mendengar sampai tuntas, Clar mengucapkan terima kasih kemudian keluar dari kamar Suez dengan langkah perlahan. Ia menoleh dan tersenyum tipis sebelum menutup pintu kamar lelaki tersebut. Di balik pintu, senyumnya semakin mengembang dan tercipta smirk di sana. "Sebentar lagi, tunggu sebentar lagi Clar. Sedikit lagi. Maka impianmu akan segera tercapai di depan mata. Jangan sampai rencana kali ini berakhir kegagalan."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD