BEAUTIFUL MARRIAGE EPs 08

1663 Words
BEAUTIFUL MARRIAGE Lead female : Jungkook x cheon Episode : 8 Selang beberapa puluh menit kemudian jungkook tampak sedang memarkirkan mobil mewahnya diarea parkir perusahaan. Ia melepaskan kaca mata hitamnya dan berjalan dengan cool sampai sampai para pegawai wanita disana terdiam sejenak menatapi wajah tampan Jungkook. Disaat jungkook sedang berjalan kearah karyawan karyawannya tiba tiba dia berhenti sambil menatap mereka yang sedang menatapnya. " Apakah kau dibayar hanya untuk menatapku?" Tanya jungkook dengan logat ketusnya membuat mereka semua menunduk. " Aniyo sajang-Nim, Mianhae!" Ucap mereka dengan takut akan dipecat. " Jangan ulangi dan kembalilah bekerja." Ucap jungkook sambil berjalan melewati keduanya. "Ahh satu lagi, Panggil namjoon segera keruanganku." Ucap jungkook membuat mereka mengangguk. " Baik sajang-nim."ucap mereka sambil berbalik arah untuk menemui namjoon. S K I P [Ruangan ceo Jungkook ] Terlihat Jungkook sedang menatap kearah jendela dengan santainya, tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar. " Masuk." Ucap jungkook ketus. " Ada hal apa kau memanggilku, dan bukankah kau hari ini sedang libur!" Ucap namjoon heran. " Ahh aniyo. Aku barusan mendapat kabar dari Jimin jika kita akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan besar dijerman. Apakah itu benar?" Ucap jungkook serius. " Aiss. Kenapa semuanya terjadi secara bersamaan?" Ucap namjoon sambil bergumam membuat Jungkook heran. " Bersamaan apa maksudmu?" Tanya Jungkook. " Sekertarismu baru saja mengundurkan diri karena menikah, Kita tidak bisa mengikuti tender tanpa sekertaris mu bukan?" Ucap namjoon bingung. " Menikah yah?" Ucap jungkook sambil mengangguk dan menyentuh bibirnya sendiri menatap ke sembarang arah. " Apakah perlu aku batalkan semuanya sebelum kita mendapatkan sekertaris baru?" Ucap namjoon. " Jangan, kita ikuti saja tender itu. aku tahu kau akhir akhir ini sedang sibuk dengan pekerjaan lebih berat. Kemarin aku juga sudah menghabiskan banyak uang dikanada, aku harus mengganti semuanya. begini saja sekarang pasang lowongan pekerjaan untuk perusahaan kita, biar aku dan Jimin yang memeriksa semuanya." Ucap jungkook sambil tersenyum. " Ya inilah yang kusuka darimu, Kau sangat cepat dalam mengambil keputusan namun kau selalu mempertimbangkan segalanya. baiklah aku akan bekerja keras lagi hari ini!" Ucap namjoon sambil tersenyum kemudian keluar dari ruangan Jungkook. Setelah namjoon pergi, jungkook pun menyandarkan kepalanya dikursi sambil menghela nafas beratnya. " Huaaaa .... Kenapa aku selalu saja sibuk. Padahal aku ingin sekali mengajak istriku jalan jalan keluar negeri." Ucap jungkook dengan gumamnya sambil tersenyum. S K I P [Dirumah sakitmu] Terlihat kau tersenyum dan menutup berkas dengan data Taehyung itu. " Umphh baiklah, hari ini cukup sampai disini saja. Kita bisa mengadakan pertemuan di Minggu berikutnya!" Ucapmu sambil menatap Taehyung dan tersenyum. " Kenapa harus Minggu berikutnya? Kenapa tidak setiap hari saja?" Ucap Taehyung membuatmu mengerutkan keningmu. " Tuan kim, aku tahu kau adalah orang sibuk, namun dengan pelan pelan aku yakin hasilnya akan sama saja. lagipula pemeriksaan tidak harus dilakukan setiap hari, umphhh apalagi aku sudah lihat kau sudah bisa mengontrol emosimu, dan itu merupakan hal yang sudah baik." Ucapmu membuat Taehyung tersenyum. " Taehyung! Panggil namaku aku saja. jangan margaku!" Ucap Taehyung membuatmu terdiam seketika menatapnya. " Ahhh itu kedengarannya sangat lancang, bukankah kau ini adalah keturunan keluarga besar kim?" Ucapmu. " Apakah kau kira dengan memanggilku dengan kata KAU itu juga termasuk sopan? Aku sama sekali belum pernah dipanggil begitu! Dan lagi mungkin aku lebih tua darimu." Ucap Taehyung membuatmu terdiam membeku. " Mianhae tuan!" Ucapmu. " Tak apa, jadi lain kali panggil aku Taehyung saja, Itu hanya berlaku untukmu..!" Ucap Taehyung membuatmu tersenyum. " Nee. Gomawo tae!" Ucapmu sambil menatapnya lekat. Ketika kau menatapnya dengan satu senyuman biasa, tiba tiba Taehyung merasakan ada yang berbeda dengan perasaan nya sendiri. " Kenapa setiap kali dia menatapku, rasanya berbeda?" Ucapnya dalam hati sambil terdiam memandangi wajahmu dan diam diam menyentuh dadanya sendiri. [Ruangan lain] Terlihat seorang wanita muda yang berprofesi sama denganmu wanita ini merupakan dokter psikologis. Dia tampak sedang tersenyum lalu membereskan berkasnya yang sudah selsai. " Arhhhh akhirnya aku bisa makan siang, umphhh perutku yang malang!" Ucap Adelia sambil melintangkan tangannya. " Buy the way, Cheon-na sudah selesai belum yah? Coba cari deh." Ucap adelia sambil bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar menuju ruang pemeriksaanmu. [Ruanganmu] Ketika Adelia hendak membuka pintu, tiba tiba dia dikejutkan dengan pintu yang seketika terbuka sendiri dari dalam. Dan ternyata, Taehyung yang membukanya berniat untuk pergi dari ruanganmu. Adelia tentu saja menatap Taehyung dengan takjub, namun sebaliknya, Taehyung sama sekali tidak berkata apa apa. Bahkan meliriknya pun tidak malah terus berjalan seolah tidak melihat manusia didepan pintu. Dengan rasa yang sedikit kesal adelia kemudian masuk kedalam ruanganmu. " Anyeong." Ucap adelia sambil menatapmu yang sedang merapikan berkas di meja. " Mwo?" Ucapmu sambil tersenyum membuat adelia menatap kearah jam tangannya. " Sudah waktunya makan siang, kau ingin ikut?" Ucap Adelia sambil tersenyum membuat kau tersenyum pula. " Tunggu aku merapikan ini dulu." Ucapmu sambil menaruh berkas berkasnya. [Kantin rumah sakit] Terlihat kau dan adelia sedang makan dan minum seperti biasa, bahkan kebiasaan kalian adalah makan dan minum sambil mengobrol satu sama lain. " Yaaa barusan itu tuan muda kim kan?" Ucap Adelia sambil minum. " Yaa. aku kira begitu." Ucapmu sambil tersenyum. " Sayang sekali, dia kaya dan terpandang kenapa harus memiliki kelainan paranoid, itu membuatku takut." Ucap Adelia sambil tersenyum membuatmu berfikir keras. " Ahh aku bahkan sempat tidak percaya karena dia sama sekali tidak terlihat begitu, tapi setelah aku pikir mungkin itu menyangkut masa lalunya." Ucapmu sambil tersenyum. " Benar juga ya! 99.9% penyakit paranoid adalah mereka, berasal dari masa lalu yang menyedihkan." Ucap adelia sambil tertawa kecil. Tak lama terlihat seorang pria dengan baki makanan ditangannya mencari sebuah meja yang kosong. Ya pria tersebut adalah seokjin. Ketika melihat seokjin sedang kebingungan mencari tempat duduk, tiba tiba adelia melambaikan tangannya. " Oppa disini!" Ucap Adelia membuat seokjin berbalik dan tersenyum menatap Adelia. Tak lama kemudian ia pun duduk diantara keduanya sambil makan. " Oppa kau juga baru keluar?" Tanya Adelia. " Nee, aku barusaja menjadi konsultasi seorang ibu ibu . Dan itu membutuhkan banyak waktu, aiss aku sangat kesal," ucap seokjin dengan kesal. " Nikmati saja senior!" Ucapmu sambil tertawa. " Ya tentu saja aku akan menikmatinya. Kau benar benar baik sampai sampai aku tidak pernah mendengarkanmu mengeluh!" Ucap seokjin. " Ya aku yang memilih pekerjaan ini, jadi aku juga harus menikmatinya apapun yang terjadi." Ucapmu sambil tersenyum kecil. Disaat mereka sedang mengobrol, tiba tiba sendokmu tersenggol hingga jatuh tepat didekat kaki seokjin. " Issss." Ucapmu sambil membungkuk untuk mengambil sendoknya. Namun diwaktu yang bersamaan, seokjin tadinya ingin mengambilkan sendok tersebut, namun kau juga akan mengambilnya. Hingga secara bersamaan tanpa disengaja tangan kau dan tangan seokjin pun bersentuhan. " Umphhh!" Suara kecil kalian berdua sambil menatap satu sama lainnya. [Kilas balik 1 tahun lalu] Terlihat kau sedang berada ditaman universitas, seokjin datang sambil membawa sebuah bunga mawar yang dia sembunyikan dibelakang punggungnya. Ketika melihat seokjin, kau pun tersenyum dan selalu bangkit menghormati seniornya itu. " Aku harus mengatakan sekarang juga, mengatakan bahwa aku menyukainya," ucap seokjin dengan jantung yang mulai gugup. " Ahh Cheon, kau terlihat senang ada apa?" Tanya seokjin sambil tersenyum. " Ahh aku sangat senang hari ini senior, karena orang yang aku sukai akhirnya melamarku!" Ucapmu sambil menunjukan cincin yang jungkook sematkan dijari manismu Bagai kesambar petir disiang hari, seokjin langsung terdiam membatu karena terkejut. Hingga tak lama kemudian, ia pun memilih untuk meremas bunga mawar tersebut. Kilas balik berakhir : [Kantin rumah sakit] Disaat kau dan seokjin saling menatap tiba tiba adelia menatap mereka berdua. Sambil memerhatikan sendok yang dipegang olehmu. " Jangan diambil lagi itukan kotor." Ucap Adelia membuatmu dan seokjin segera bangkit. " Ahhh iya kau benar, aku berniat untuk membuangnya!" Ucapmu sambil tersenyum. " Kenapa selalu seperti ini. Bahkan setelah satu tahun." Ucap seokjin dalam hati sambil menatap wajahmu. S K I P Sore harinya, jungkook benar benar menjemputmu didepan rumah sakitmu. Melihatnya kau pun tersenyum dan segera masuk kedalam mobil mereka. " Chagii, bagaimana pekerjaan mu hari ini?" Tanya jungkook sambil membelai rambutmu lembut. " Aku sangat lelah sekali oppa." Ucapmu dengan lesu. " Ahhh tadinya aku ingin mengajakmu menginap di hotel, tapi tak apa. Kau sedang lelah aku maklumi." Ucap jungkook sambil tersenyum membuatmu memegang tangan jungkook dengan lembut. " Mianhae oppa. Muachhh??" ucapmu sambil tersenyum dan mencium tangan Jungkook. Melihat tingkah manja istrinya ketika lelah tentu saja menjadi favorit baginya, jungkook hanya tersenyum dan mencium keningmu lembut. S K I P Keesokan harinya, jungkook bangun lebih awal daripada biasanya. Hal tersebut membuatmu heran. " Oppa, ini baru jam 5, kau sudah bersiap untuk pergi?" Ucapmu sambil memeluk jungkook dari belakang yang sedang bercermin. " Ahh iya chagii, aku sekarang akan sibuk sekali. Kemungkinan aku juga akan pulang terlambat nanti malam, tidak apa ya?" Ucap jungkook sambil berbalik dan memegang kedua pipimu sambil mencubit cubitnya lembut. " Nee oppa, Kau jangan lupa makan yaa!" Ucapmu sambil merapikan dasi Jungkook. " Kau tidurlah lagi, aku akan memesan makanan melalui online untukmu. Ini masih terlalu pagi." Ucap jungkook membuatmu Tersenyum dan mengangguk. " Baiklah oppa." Ucapmu sambil menatap Jungkook. S K I P 18.00 kst. Terlihat Jungkook sedang mengadakan interview untuk para pekerja baru. Setelah sekian lama akhirnya tiba peserta terakhir dia adakah seorang wanita cantik bertubuh indah. Ketika melihatnya seokjin terdiam sementara Jimin terkejut bukan main . " Lee Kyung he?" Ucap Jimin dalam hati sambil menatap Jungkook dan Kyung he yang sedang saling menatap. " Aku merasa pernah melihatnya tapi dimana?" Ucap jungkook sambil berbisik pada Jimin. " Kau lupa lagi Jungkook. kau sudah dua kali menyelamatkannya, dan kemarin tanganmu terluka karena awalnya untuk menolongnya bukan." Ucap Jimin sambil berbisik. " Oh iya, kok bisa lupa yah." Ucap jungkook sambil terkekeh. " Kau ini, baru saja kemarin." Ucap Jimin. " Ah aku tidak tahu ini penyakit atau apa yang jelas aku selalu melupakan wajah orang yang tidak penting, hahaha?" ucap Jungkook sambil tertawa membuat Jimin juga tertawa kecil. " Kecilkan tawamu jungkook, disini kau adalah CEO." Ucap Jimin sambil menutup mulutnya menahan tawa. " Ahh baiklah katakan siapa namamu,!!" Ucap jungkook ketus. " Lee Kyung he tuan Nim!" Ucapnya sambil tersenyum manis. To be continued ..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD