Gery sudah sampai di apartemen, tapi sebelum ia membuka pintu kamarnya ia sempat melihat Revan lagi di lorong yang sama dengannya dengan bermain ponsel, sepertinya teman yang ia tuju memang berada di sana. Namun, ia tak berusaha mempedulikan hal itu, ia terlalu lelah untuk memikirkan apa yang terjadi dengan banyak orang, ia sudah ingin cepat mengistirahatkan tubuhnya, karena sejak tadi sudah duduk terus menerus. Gery menutup pintu apartemennya menuju kamar tidurnya, melepaskan beberapa pakaian yang menempel di tubuhnya hingga hanya menyisakan boxer tipis berwarna putih. Ia lalu memasuki kamar mandi, menyalakan shower yang langsung membasahi seluruh tubuhnya. Ia masih menggnakan celana boxer, sejak kecil ia memang biasa melakukan hal itu karena parno jika ada orang yang masuk secara tiba-

