bc

Love in London

book_age12+
0
FOLLOW
1K
READ
sweet
school
like
intro-logo
Blurb

Nina, Karina Rahma gadis asli indonesia yang alhamdulillah berkesempatan menimba ilmu diluar negri, meski jauh dari kedua orang tua namun nina dapat dengan mudah beradaptasi disana dan tentunya berkat teman2nya juga. pertemuan yang tak disengaja dengan nicky, lelaki asli penduduk disana yang akhirnya mampu meluluhkan hatinya.... dan tepat dihari Valentine mereka akhirnya dengan resmi menyatakan cintanya.

chap-preview
Free preview
love in london
Dear diary, di, loe tahu tadi gue ketemu cowok cakep banget. kayak "Frank Lompard". Bintang sepak bola Inggris loe tahu tadi gue ketemu dimana, dilapangan bola waktu gue nonton sepak bola. Gue pengen banget kenalan ma dia tapi...?? gue nggak tahu alamat atau apapun yang berkaitan ma dia. Moga - moga gue bisa ketemu dia lagi ya di.... %###% Hari ini adalah tanggal 14 februari bertepatan dengan Valentine day dan satu tahun gue Tinggal disini di london yah, gue adalah salah satu anak indonesia yang berkesempatan menimba ilmu diluar negri. Tidak mudah memang menyesuaikan hidup dimana budayanya sangat bertentangan dengan budaya indonesia. Tapi untunglah, dua punya sahabat disana, Maria Patrichia meskipun kami berbeda agama tapi dia menghormati gue. Maria panggilan akrabnya selalu mengingatkan gue dalam segala hal terlebih soal sholat. Dia juga belajar bahasa indonesia agar bisa berkomunikasi dengan gue yang belum terlalu lancar berbahasa inggris. Pernah suatu hari dia Mengajakku untuk menonton pertandingan sepak bola yang kebetulan itu hobiku. "na, let's to watch the football."katanya. "ok, ok!" Kami berdua segera menuju stadion sepak bola yang sedang menyaksikan pertandingan seru antara tim kebanggaan gue Chelsea vs Tattenhom. Pertandingan yang seru kan??? Selama ± 2 jam kami menonton, kami meninggalkan stadion yang mulai gelap itu. Diperjalanan kami membicarakan masalah pertandingannya. (oh ya gue nulis ini nggak pakek bahasa inggris ya, biar loe loe pada nggak susah ngartikannya ?) "Sayang ya Tattenhom kalah" seru maria. "Ya tentu donk, siapa dulu jagoan Chelsea" kata gue bangg, Karena tim jagoan gue menang atas lawannya 4-0, hebat khan!! "Iya, iya Frank Lompard kaos bernomor punggung 8 dibagian striker tengah dan menyumbang 2 gol untuk The Blues" kata maria panjang lebar. eh, tau aja tentang pangeran gue. pikir gue heran. "Oh ya, loe nggak ketemu cowok impian loe disana?" tanya maria tiba-tiba. "Iya juga ya, gua nggak ngawasin sich, gue sibuk ngawasin pangeran gue. Lihat nih gue punya tanda tangan dan bola pangeran gue" gue tunjukin bola dan kaos yang telah tertempel tanda tangan sang Pemiliknya. "loe dapat darimana...??" tanya maria kaget. "Easy, waktu selesai pertandingan." kata gue dengan senyum kemenangan lalu kamipun terdiam beberapa lama, sampai akhirnya....Buk!!! sesosok tubuh telah menabrakku dan Menyebabkan bola gue jatuh. "Sorry....." katanya "Don't worry...." jawabku hingga aku melihat pemilik suara merdu yang telah menabrakku. Seketika mataku terpana dengan sosok di hadapanku. "Na, loe nggak papa..." kata maria khawatir. "Nggak kok, tapi bola gue.....?" kata gue nyesel. "Boleh gue anter pulang." kata cowok itu. Gue tak kuasa menolak permintaanya, gue cuman ngangguk aja. "Oh sorry, my name is Nicky. Lary Nicky." katanya memperkenalkan diri. "Nina, Karina Rahma and this is my Friend." kata gue ngenalin maria. "Maria" "Nicky" "Yuk pulang" kata gue Sesampainnya dirumah maria pun langsung menyerbuku dengan pertanyaan-pertanyaan konyol. "Na, itu ya cowok impian loe?" "Yups" jawab gue dengan terus melamun. "Gagah ya..??" "Iya" terus melamun. "Suaranya merdu" "Iya" terus sampai...... "Loe kok iya-iya terus sich," kata maria jengkel. "Iya udah gue pulang dulu." katanya akhirnya. "Iya" jawab gue terus ngelamun....BRAaaakK!!! bantingan pintu maria telah membuatku tersadar dari lamunan gue. "Astagfirullah." seru gue. Memang jika melamun, gue sering lupa diri. segera kulirik jam bekerja yang ada diatas meja belajar. pukul sembilan malam. Gue segera ngambil air wudhu dan segera sholat isya'. setelah sholat gue buru- buru buat belajar untuk bahan kuliah besok, tak lupa setelah itu gue nge-sms maria untuk minta maaf. ~ ri, sorry about that earlier. sorry i was daydreaming, so sorry..... good night maria, nice dream ? ~ Itulah isi pesan yang masuk ke hp maria dari gue. jam telah menunjukkan angka 23.00 saatnya bagi gue untuk tidur. Segera lampu gue mati'in dan gue berharap untuk bisa ketemu nicky dimimpi. %###% Pagi ini gue tampil apa adanya, rambut kuncir kuda t-shirt, jeans dan sepatu flat. Gue segera pergi ke kampus. Karena memang gue tinggal sendirian dikota besar ini, biasanya gue sarapan disana. gue berjalan menyusuri jalanan kota london yang selalu ramai itu. tanpa gue sadari seseorang telah berada disampingku. "Good morning" sapanya ramah. "Morning" kata gue cuek dan tanpa berpaling ke arahnya. "hei, kamu masih marah soal kemaren, sorry banget ya...bener-bener nggak sengaja." katanya dengan nada menyesal. "Nicky, oh nggak kok. aku udah nggak marah, ehm....aku kira itu bukan kamu." kata gue dengan malu. "Oh, thanks ya. em..mau kekampus, barengan aja yuks," tawarnya. "Boleh" "Kampus kamu dimana?" "Itu" gue tunjukan kampus yang udah nongol didepan batang hidung. "Wah, kampus kita sama. Kok aku nggak pernah ketemu kamu ya..?" katanya. "Aku juga nggak pernah ketemu kamu." "Memangnya kamu jurusan apa?" "Sastra Inggris, kalau kamu?" "Electronika" Kami berdua terus mengobrol sampai tak terasa kelasku udah didepan mata aja. "Thanks ya udah mau nganter." kata gue tulus. "nggak papa, tiap hari juga boleh. Kebetulan rumah kita searah." katanya menawarkan diri. "Boleh - boleh aja, eh aku masuk dulu yach, bye..." kataku tersipu. "Hayo, siapa??? Nicky ya..... PDKT nich ye..." goda maria. "Ih, nggak lagi. ngapain PDKT ke dia," bantah gue "Tapi kenaoa jalan berdua?" "Ehm, tadi kita ketemu dijalan kok, terus bareng." kata gue ngejelasin. "Oh....ketemu dijalan apa dijalan..?????" goda maria terus sambil cenggingisan. "Ri, udah deh jangan goda nina terus, kasihan." kata thomas. "Betul kata thomas, jangan goda gue terus. jengkel tau,!" bela gue. "Eh, udah bel tuh... bentar lagi dosen datang jangan bertengkar terus donk." sang head class mengingatkan. Pelajaran dikampus begitu gue perhati'in bener - bener soalnya beasiswa gue bakalan dicabut kalau Sampai prestasi gue menurun. Tapi alhamdulillah selama ini gue nggak pernah sampai turun prestasi dan Semoga tak Pernah terjadi. Tak terasa bel berbunyi tanda selesai kuliah, seseorang telah menungguku di pintu gerbang. Nicky!! dia telah berjanji nemenin gue cari buku ditoko. "Hey Nick, lama ya." sapa gue. "Yah lumayan lah buat berjemur," katanya bergurau. "Ah kamu, sekarang aja yuks" ajak gue. "Yuks" Kami menyusuri ke toko toko buku sampai akhirnya gue nemuin buku yang pengen gue beli. "Nah, ketemu." seru gue. "Wah kalau ini sich aku punya dirumah." katanya. "Kok kamu nggak ngasih tau aku sih kalau kamu punya buku ini." kata gue kesel. "Kan kamu sendiri juga nggak bilang kalau kamu lagi nyari buku ini." "Iya juga ya...! ya udah sekarang kita makan aja yuks, laper." kata gue menepis rasa bersalah telah menuduh yang jelek - jelek. "Oke, aku juga laper. oh ya aku tau restaurant yang paling enak disini. kita kesana ya." katanya sambil menggandeng tangan gue. Saat itu hati gie berbunga - bunga saking senengnya. "Ehm, kita udah sampai, masuk yuks." ajaknya dengan tangan yang tetap menggandeng tangan gue. Setelah makan kami pulang kerumah. "Nick, thanks ya udah mau nemenin aku." "It's okey nin, bye... good night honey..." katanya mesra. Hati gue bagaikan terbang di udara saking senengnya waktu dia ngomong gitu. Gue tetep melongo sampai gonggongan anjing tetangga sebelah nyadarin gue, segera ku kunci pintu pagar dan menutup jendela kemudia mematikan lampu kamar dan tidur beserta kenangan indah dengan nicky hari ini. %###% Berhari - hari gue dan nicky semakin dekat dan selalu pergi bersama. Hal ini membuat waktu gue bersama maria berkurang dan dia selalu protes tentang hal ini. "Na, loe gimana sich, ada nicky aja gue langsung dilupain." kata maria kesel. "Sorry dech ri, gue kan sayang ma dia." "Kalau gitu loe nggak sayang ma gue, loe nggak adil na." katanya penuh emosi lalu pergi. Apa bener yang dikatakan maria?? apa iya gue nggak adil?? Dear diary, di, sorry beberapa hari ini gue nggak ketemu ma loe, karna selama beberapa hari ini gue lagi asyik jalan ma nicky, dan itu juga ngebuat maria marah ma gie di.... sekarang musti gimna??? gue sayang nicky tapi gue juga nggak bisa Kehilangan sahabat terbaik gue, maria. di....gue bingung??!. gue tutup buku diary gue Dengan perasaan kalut. gue bingung banget sampai akhirnya gue lelah. %###% Beberapa hari ini gue terus menghindar dari mereka berdua sampai suatu hari nicky ngajak ketemuan di cafe. "Nin, kenapa sih kamu akhir - akhir ini jarang banget ma aku. aku kangen." katanya memulai pembicaraaan. "Ehm, begini nick. sahabatku maria, kamu tahu kan. Dia marah ma aku karena sering Jalan ma kamu. dia bilang waktuku habis buat kamu Aja. "Oh....kalau itu sih gampang. Aku punya temen namanya joe, dia jomblo dan pasti temen kamu suka. gimana kalau kita jodohin mereka." kata nicky ngejelasin rencananya. "Dengan begitu kita bisa pergi bareng - bareng dan otomatis waktu loe ma dia juga ada, jadi dia nggak ngerasa diasingkan." lanjutnya. "Oke juga ide kamu. aku setuju." "Gimana kalau sabtu nanti kita pertemukan Mereka." "Oke!" Pada hari sabtu, aku mengajak maria ketempat yang telah gue dan nicky janjikan. Setelah kami berkumpul perkenalan pun dimulai. "Na, cakep banget. siapa sih?" bisik maria. "Ri, ni kenalin temennya nicky." kataku. "Maria" katanya sambil mengulurkan tangan. "Joe" balasnya. "Ehm, ya udah dech kita pergi dulu ya, kalian ngobrol aja." kata nicky sambil menggajakku pergi. "Ta.....ta....tapi...." kata maria gugup. "da......" kataku berlalu. Akhirnya mereka pun ngobrol panjang lebar dan pulang bersama. kami pun senang banget. malamnya maria nelfon gue. "Na, loe emang temen yang baik." ujar maria senang. "Benerkan, sekarang gimana hubungan kalian." tanya gue ngegoda. "Hubungan apa, kami kan baru kenalan. eh tapi dia tuh bai....kk banget, aku suka." "Tuhkan, yang lagi jatuh cinta." goda gue lagi. "Ih ngomong ma loe nggak enak banget, udah dulu ya.....bye." "Bye, jangan lupa mimpi'in ya...??" ledekku. Aku tutup teleponku dan ku raih buku diary ku. Dear diary, Di, gue seneng banget karna temenku gue udah nggak Marahan ma gue, so..... sekarang gue Nggak sedih lagi di,, ini semua berkat nicky. Dia emang pangeran gue di...moga aja mereka jadian ya,,berharap!! ya udah di gue ngantuk mau tidur dulu.... bye,, Akhirnya hari ini bisa tidur Nyenyak. ❤ %###% Beberapa minggu hubungan maria dan joe semakin dekat, kami sering pergi bersama - sama. Entah nonton Tau apa aja, sampai tepat tanggal 14 februari hari valentine. Gue dan nicky berencana membuat pesta buat mereka. dan setelah mereka datang kami pun pergi dan membiarkan mereka mengutarakan perasaan masing - masing sebab kata nicky, joe juga suka sama maria. dan yeah..... mereka akhirnya jadian di bawah sinar rembulan yang disaksikan beribu bintang yang gemerlap dilangit Indah kota london, mereka mengikat janji saling setia. tak lama setelah itu mereka lalu menghampiri kita dengan wajah berseri - seri dan tangan Tangan yang tak dapat dipisahkan. "Eh kita kan udah, kalian kok belum." kata maria heran. "Kami nanti sajalah." kataku malu, sebenarnya selama ini gue merasakan cinta dalam hati gue pada nicky. "Nin, gue boleh ngomong?" tanya nicky sedikit gugup. "Iya ngomong aja, emang mau ngomong apa?" jawabku. Dalam hati sih pengen banget hari ini nicky nembak gue. "Em...Sebenarnya dari pertama ketemu sama kamu sampai sekarang entah kenapa aku jadi sering ngebanyangin kamu kadang sampai kebawa mimpi juga.. sepertinya aku bener - bener jatuh cinta sama kamu nin. Apa kamu mau jadi pacar aku??" tanya nicky penuh harap. "Kamu serius dengan ucapanmu itu?" "Iya...aku serius." "Sebenernya aku juga suka sama kamu." jawabku Malu - malu. "Yes.... berarti kita jadian ya sekarang?" tanya nicky untuk memastikan. "Iya" jawabku sambil nganggukin kepala. Sumpah dalam hati pengen banget teriak saking senengnya aku. nggak disangka ternyata cinta ku terbalas. dan kami pun saling berpelukan. Dari samping terlihat maria dan joe juga nampak bahagia melihat kita akhirnya bisa jadian. Dan pada akhirnya kita semua bisa bahagia bersama dengan orang yang kita sayank semoga kita bisa saling menjaga dan setia untuk selamanya..... ❤❤❤❤❤ selesai

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.5K
bc

Kali kedua

read
220.3K
bc

TERNODA

read
200.7K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
20.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
82.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook