CHAPTER TWENTY EIGHT

1651 Words

Sily terus menggenggam tangan Daren. Kakinya ikut melangkah dengan cepat mengikuti brankar yang membawa Daren menuju ruang operasi. Air mata Sily terus mengalir tanpa henti. Baro, Irga dan Amey juga ikut di belakang. Saat brankar Daren masuk ke ruanh operasi, Baska menghentikan Sily yang hendak masuk ke dalam. "Kak Baska, tolongin Om dokter. Sily janji ... Sily gak akan bikin Om dokter marah lagi. Sily janji jadi anak baik. Tapi Kak Baska harus janji, Om dokter harus bangun lagi, ya?" Baska mengusap puncak kepala Sily pelan. "Kakak akan lakukan yang terbaik. Kamu tenang, ya. Jangan nangis." Setelahnya Baska masuk ke ruang operasi disusul oleh pintu yang tertutup. Sily menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Tangisnya pecah. Pakaiannya kini penuh dengan darah. Baro berjongkok, memeluk Sily sambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD