Giffard benar pusing dengan ayahnya. Harusnya dia berpikir lebih panjang lagi dari pernikahan. Ayahnya telah menikah dua kali, waktu itu Giffard masih kecil dia tidak tahu apapun tentang ayahnya. Dia hanya menemukan kenyamanan ketika dia bersama dengan ibu tirinya. Yang Giffard ingat, dia bahkan sampai merengek, atau melakukan banyak hal agar ibu tirinya tetap berapaan dengan dia. Dia mengalami banyak trauma, dia mengalami banyak rintangan hidup ketika dia bersama dengan ibu biologisnya. Yang di mana ibu biologisnya hanya mementingkan dirinya sendiri ketimbang Giffard. Selalu bersikap kasar, memukul, bahkan membuat Giffard trauma seumur hidup, ketika ibunya suka sekali mengunci Giffard di dalam ruangan gelap. Setelah ayahnya bersama dengan ibu tirinya, berangsur kehidupan Giffard membaik.

