43

1205 Words

tripel up hari yey EMPAT PULUH TIGA Nafas Inne terdengar memburu, wajahnya yang putih bersih terlihat memerah. Memerah karena menahan amarah yang sudah berada di puncak saat ini. Kedua pipi putihnya yang putih bersih, dan halus kini sudah di baluri oleh air mata sakit hati, dan benci yang paling besar, dan dalam untuk Athar. Tega sekali laki-laki itu. Tega sekali dia menjadikan anaknya sebagai seorang pengganti untuk anak mereka yang sudah mati di telan tanah! Akbar yang sedang mengemudi di samping Inne. Melirik sesekali kearah Inne, membagi fokusnya untuk menatap ke depan mengingat ia melajukan mobilnya dengan laju sedikit kencang untuk segera sampai ke tempat tujuan mereka, yaitu di Rumah Sakit Jiwa tempat di mana Sabira di rawat, dan ada Amar di sana, dan keadaan Inne terlihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD