Andra tersenyum kemudian berkata, "Aku lihat di daftar peserta ospek, kebetulan aku sangat familiar dengan daerah sana. Ayuk?" ajak Andra kemudian agar Naya tidak bertanya lagi.
"Terimakasih Mas, tapi aku malah merepotkan Mas," ucap Naya masih sambil memegang perutnya.
"Enggak repot kog, oya panggil aja aku Andra, kita seumuran kog." ucap Andara sambil tersenyum.
"Baiklah, Andra." balas Naya sambil tersenyum juga.
Kemudian Andra mengantar Naya pulang kerumah. Dia tak ingin Naya merasakan sakit lebih lama lagi. Karena seingat Andra dulu, pada awal masuk kuliah Dia tidak melihat Naya. Dan baru kenal Naya pada akhir bulan Agustus saat itu sedang ada pembelajaran di luar kelas, dan karena dia tidak bawa kendaraan minta tolong untuk nebeng Andra.
Di tengah perjalanan Andra berfikir sejenak, "Bagaimana mungkin kejadiannya bisa berbeda dengan dulu? sekarang, Dia sudah mengenal Naya lebih cepat dari kehidupannya dulu. Apakah Takdirku bisa berubah?" gumam Andra di dalam hatinya.
"Andra, stop! ini sudah sampai," Teriak Naya sambil menepuk bahu Andra.
"Ma-maaf Nay, aku..." Andra tiba tiba tersadar dari lamunannya.
"Kamu ngelamun? atau emang gak tau rumahku? bisa jadi kamu tahu alamat rumahku, tapi detail rumahku pasti tidak tahu kan?" ucap Naya memotong perkataan Andra sambil tersenyum.
"I-iya Nay," balas Andra singkat, karena tidak mungkin Andra mengatakan hal yang di alami Andra sekarang pada Naya.
"Kamu mau masuk?" Naya berkata sambil mengarahkan ke pintu rumah.
"Belum saatnya Nay, oya ... kamu yakin tidak apa apa? atau mau aku antar ke rumah sakit?" Andra sebenarnya khawatir kepada Naya, karena dia tau pasti besok Naya masuk Rumah Sakit, dan tidak masuk kuliah di awal Agustus ini.
"Tidak usah Andra, Aku udah biasa, nanti setelah minum obat pasti baikan sendiri." jawab Naya meyakinkan.
"Ya suudah Nay, Aku pulang dulu ya, Kamu istirahat dulu." ucap Andra bergegas melajukan montornya lagi.
Andra kemudian menjalankan sepeda motornya, menelusuri jalanan tengah kota. Dia tak tahu harus menceritakan kejadian ini kepada siapa. Andra tidak mempunyai begitu banyak teman. Tapi ada temannya semasa SMA yang dekat dengannya.
Dia mencoba mengingat kejadiam demi kejadian pada masa lalunya, masa yang sekarang Andra jalani lagi. Tapi sayangnya Andra tidal bisa mengingat hal hal secara detail apalagi tanggal kejadiannya.
"Apa bisa aku memperbaiki takdirku saat ini? Tapi kenapa Aku tidak bisa mengingat sempurna kejadian demi kejadian itu?" Andra berbicara pada dirinya sendiri.
"Akhhh bisa gila aku jika seperti ini terus." ucap Andra masih bermonolog.
Andra kemudian bergegas mengarahkan laju sepeda motormya menuju rumah sahabatnya itu. Sahabat yang dia tahu, pada masa depan akan menjadi seorang pengusaha yang sukses setelah menikah. Sahabat yang dia tahu begitu peduli dengan Andra. Sahabat yang dia tahu bahwa Misya sebenarnya memiliki perasaan pada Andra, tapi mengalah karena Andra selalu menceritakan Naya padanya. Misya lebih memilih jadi seorang sahabat untuk Andra daripada harus merusak persabahatan mereka dengan rasa cintanya pada Andra.
Tok ... Tok ... Tok...
"Assalamu'alaikum Misya, kamu dirumah?" suara Andra bergema saat sampai di depan rumah Misya.
"Wa'alaikum salam Andra, tumben kesini tidak kasih tau dulu. Kamu sudah selesai ospeknya? Ayo masuk dulu." Misya mempersilahkan Andra masuk ke dalam rumahnya.
"Mis, kamu tidak sibuk kan hari ini? kamu nggak kerja?" tanya Andra masih dengan nafas menggebu.
"Kamu kenapa Ndra?seperti habis dikejar hantu, sebentar ya, aku ambilkam minum dulu." Misya berbicara kemudian langsung mengambilkan segelas air putih untuk Andra.
"Minum dulu baru ngomong!" ucap Misya lagi sambil tersenyum.
"Tahun ini 2006 aku baru masuk kuliah, berarti kamu juga baru masuk kuliah keperawatan ya Mis? maaf tadi aku lupa." Sambil menggerakkan jari jarinya seperti menghitung sesuatu .
"Ya iyalah Ndra, emangnya kamu kira aku udah bekerja? aneh aneh saja kamu. Kita kan seangkatan dari sd sampe sma kan, aneh aneh saja," sahut Misya merasa heran.
"Besuk tahun 2010 kamu baru bekerja Mis, di Rumah Sakit sesuai impianmu dulu." Andra berbicara sambil tersenyum.
"Akhh kamu Ndra, memangnya kamu peramal sok tau kamu!" Ucap Misya manyun sambil mendorong tubuh Andra pelan.
"Aku berbicara benar Mis, makannya aku mau ngomong serius sama kamu soal ini. Hanya kamu orang yang bisa aku percaya, dan semoga kamu bisa bantu aku Mis." Andra berbicara serius sambil memegamg tangan Misya.
"Baiklah, aku tau kamu gak mungkin bercanda atau bohong sama aku Ndra, sekarang cerita apa yang sebenarnya terjadi. Dan apa yang aku bisa bantu." Misya mulai menanggapi Andra dengan serius.
"Mis, pagi ini saat aku terbangun, aku kembali ke masa ini, tepatnya tanggal 2 Juni 2006." ucap Andra serius.
"Ya memang sekarang tanggal 2 Juni 2006 Ndra. Wew kamu... " ucap Misya sambil manyun menganggap Andra hanya bercanda.
"Tapi mis, aku udah ngalamin hidup sampe tahun 2021, dan td pagi, aku terbangun di tahun 2006 lagi. Aku serius Mis, Hidupku di awal tahun 2021 berantakan, semua usaha, gaji, rumah, bahkan ibuku semua hancur Mis, rumah tanggaku pun sepertinya tidak berjalan baik."
Andra berbicara sambil mengeluarkan air matanya. Misya yang menatap Andra seakan tak percaya seorang Andra bisa menangis di depannya. Andra yang dia kenal sesosok laki laki yang tegar, yang pantang menyerah dan penyayang. Antara percaya dan tidak percaya.
"Ndra, apa ini serius? apa maksudmua kamu mengalami seperti reinkarnasi kembali ke masa ini?" ucap Misya pelan sambil mengelus punggung Andra yang duduk disebelahnya.
Andra tak menjawab tapi mengangguk pelan, mengiyakan pertanyaan Misya yang memang bagi orang, hal semacam ini sulit untuk di pahami. Tapi ini memang benar benar terjadi padanya. Selain pada Misya Andra tak tau harus berbagi kepada siapa lagi.
"Ndra, sebenarnya Aku masih belum paham Ndra, dan aku belum bisa berfikir dengan pemikiran logis hal seperti itu dapat terjadi. Tapi Aku punya sebuah ide Ndra," ucap Misya sambil tersenyum tipis.
"Ide? Ide apa Misya?" tanya Andra penasaran.
"Sebentar ya, Aku ambil sesuatu dulu." Misya kemudian meninggalkan Andra yang masih kebingungan terduduk di sofa. Tak lama Dia kembali dengan membawa sebuah buku Deary berwarna hijau motif garis.
"Maksudmu Miss?" tanya Andra tidak mengerti
"Mulai sekarang aku akan menulis hal hal berkaitan dengan kamu di buku ini. Dan kamu juga ceritakan hal hal yang kamu ingat tentang masa depan kamu. Apapun itu, dan juga bisa cerita tentang temanmu. Ini akan menjadi buku pedoman kita, kita namai Buku Hijau Reinkarnasi aja ya. Dan yang paling penting, ini akan menjadi bukti nantinya bahwa apa yang kamu katankan adalah benar benar terjadi dan nyata. Jika benar, maka mungkin Reinkarnasi itu benar benar ada." Terang misya kepada Andra, sambil mengangkat tangannya ke pundak Andra.
"Makasih Mis, aku setuju, tapi aku ingin ini menjadi rahasia kita berdua saja Mis, dan Buku Hijau Reinkarnasi ini kamu yang simpan ya, untukku." ucap Andra sambil tersenyum.
"Iyalah Ndra, aku tau kamu seperti apa. Baiklah sekarang aku tulis sekarang hari rabu tanggal 2 juni 2006 ya Ndra, kamu merasa kembali ke tahun ini, padahal sebelumnya kamu merasa bahwa kehidupanmu sudah sampai tahun 2021. Iya kan Ndra?" Tanya Misya sambil menulis Catatan di Buku Hijau Reinkarnasi itu.
"Iya misya. Saat itu aku..," Andra terhenti sejenak.
**